Sunday, 25 August 2013

Variable Valve Timing with Inteligent

VVT-i atau Variable Valve Timing with Inteligent dipakai di Toyota,jika di Suzuki system yang memiliki fungsi juga kurang lebih sama dengan  VVT-i disebut dengan VVT sedangkan di Honda disebut dengan V Tec.
Gambaran cara kerja system VVT-i adalah sebagai berikut.
Umumnya, valve timing itu tetap (fixed), tetapi sistem VVT-i menggunakan tekanan hidraulik untuk menggeser rotasi intake camshaft dan me-vareasi-kan valve timing. Ini memungkinkan untuk meningkatkan output, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan menurunkan tingkat emisi. Sebagaimana tampak pada gambar, sistem ini dirancang untuk mengontrol valve timing dengan menggeser rotasi intake camshaft dalam kisaran 40° dari sudut crankshaft untuk mendapatkan valve timing yang optimal sesuai dengan kondisi mesin berdasarkan sinyal dari sensor. Valve timing dikontrol sebagaimana dijelaskan di bawah.
Aktuator sistem VVT-i terdiri dari: VVT-i controller yang bertugas untuk menggeser intake camshaft, tekanan oli yang merupakan gaya gerak VVT-i controller, dan camshaft timing oil control valve yang mengontrol saluran oli.
1. VVT-i controller
Controler ini  terdiri dari housing yang digerakkan oleh timing chain dan vane yang dipasang secara tetap (fixed) pada intake camshaft.

Tekanan oli yang dikirim dari sisi saluran pemaju atau pemundur  intake camshaft memutar VVT-i controller vane pada arah melingkar untuk  mengubah intake valve timing secara kontinu 

Saat mesin dimatikan, intake camshaft bergerak ke kondisi mundur maksimum untuk menjaga kemampuan starter. Ketika tekanan oli tidak mencapai VVT-i controller dengan segera setelah mesin di-start, lock pin mengunci mekanisme kerja VVT-i controller untuk mencegah bunyi knocking

REFERENSI:
Sebagai tambahan di atas, terdapat tipe dimana piston bergerak dalam arah axial diantara alur spiral (helical) dari roda gigi luar (berhubungan ke housing) dan roda gigi dalam (langsung menempel ke camshaft) untuk menggeser fase camshaft.

2. Camshaft timing oil control valve
Camshaft timing oil control valve ini merupakan kontrol beban dari ECU mesin untuk mengontrol posisi spool valve dan mendistribusikan tekanan oli yang digunakan ke VVT-i controller ke sisi maju atau mundur. Saat mesin dimatikan, intake valve timing berada pada sudut mundur maksimum.
Cara kerja

 Camshaft timing oil control valve memilih saluran ke VVT-i controller sesuai dengan jumlah arus dari ECU mesin. VVT-i controller merotasikan intake camshaft untuk menyesuaikan dengan posisi tekanan oli yang diberikan, untuk memajukan, memundurkan atau mempertahankan  valve timing.

ECU mesin mengkalkulasi valve timing optimal di bawah beragam kondisi pengoperasian sesuai dengan putaran mesin, volume udara intake, posisi throttle, dan temperatur cairan pendingin untuk mengontrol camshaft timing oil control valve. Sebagai tambahan, ECU mesin menggunakan sinyal dari camshaft position sensor dan crankshaft position sensor untuk mengkalkulasikan valve timing aktual, dan mengeksekusi kontrol feedback untuk mendapatkan valve timing sesuai target.

Tuesday, 12 June 2012

Mesin Hemat Bahan Bakar dengan Service Berkala

Berikut ini fakta menarik mengenai cara menghemat konsumsi BBM (bahan bakar minyak). Saat pertama kendaraan diterima 6 tahun lalu konsumsinya sekitar 1:8-10 Km /liter untuk pemakaian dalam kota. Tetapi,sampai sekarang masih tetap bertahan. Resepnya ternyata sangat sederhana. "Kalau rajin servis rutin ke bengkel resmi, mestinya sudah sangat cukup membuat konsumsi BBM hemat, Dengan dasar itu, pemilik Avanza tahun 2004 ini adalah mendatangi bengkel resmi Toyota Agung Automall. Beberapa pemeriksaan dan perawatan komponen yang terkait efisiensi BBM jadi perhatian khusus. Mulai dari: (1) mengganti oli menggunakan SAE 10W30 yang secara fisik lebih encer; (2) membersihkan ruang bakar dan mengganti busi baru dengan gap 0,8 mm (sesuai buku manual); hingga (3) menggunakan BBM beroktan 92 agar kualitas BBM yang di-supply ke ruang bakar lebih bagus dan sesuai kebutuhan mesin. Selain masalah pembakaran ia juga berusaha menekan beban berat mobil. Aksesoris yang tidak perlu diturunkan, dan dengan bantuan bengkel ,kaki-kaki mobil diperiksa. Dilakukanlah spooring dan balancing, pemeriksaan rem untuk mengetahui ada tidaknya hambatan, serta melumasi komponen-komponen bergerak di bagian kaki (cross joint pada kopel, laher differential bagian luar, pully alternator, pully AC, pully power steering, bearing tensiometer). Bahkan menambah angin pada keempat roda hingga tekanannya standard. "Intinya hanya dua, yaitu: meningkatkan kinerja mesin dan mengurangi berat beban mobil," .Sisanya adalah driving attitude. Dalam hal gaya berkendara, persis seperti yang sudah banyak diterapkan orang. Yaitu, nyetir dan melakukan pergantian persneleng dengan memperhatikan gear ratio. kecepatan jelajah Avanza saya jaga maksimum di 50 km/jam pada rpm 2.200 pada persneling 5, range rpm bermain di antara 1.800 dan 2.800 rpm untuk saat pergantian persneling. Jangan lupa pula lakukan pelepasan kopling secara perlahan hingga terlepas penuh saat kendaraan akan mulai bergerak, lalu tekan gas secara halus untuk menambah kecepatan. Di luar servis dan gaya berkendara, tidak ada tambahan lain. Gak perlu menggunakan produk penghemat BBM yang banyak beredar. Satu-satunya tambahan yang ia lakukan adalah meletakkan kipas kecil ukuran 2 inch di saluran masuk udara ke ruang bakar agar kebutuhan udara saat proses pembakaran BBM berlangsung sempurna, Tujuannya menurunkan kadar gas CO yang terlepas ke udara. Efek lingkungan dari penggunaan kipas ini terlihat dari hasil uji emisi . Hasilnya mendekati kendaraan sejenis yang sudah menggunakan teknologi lebih baru (VVTI ). Print out uji emisi menunjukkan bahwa CO yang terbuang hanya 0,08 % (maks: 3 % ), HC = 73 % (maks: 700 %) dan lambda = 1,5 ( standard 0.98 - 1,02 ). Namun, penggunaan kipas ini tidak ia rekomendasikan untuk berkendara sehari-hari. Karena tenaga hasil pembakaran BBM turun lumayan signifikan yang ditunjukkan dari hasil pengukuran CO2 = 9,6 % saat idle (standard kondisi biasa 14,2- 14.5 % ). O2 = 7.24 % (ideal 1-3 %), AFR =1:21,27 (ideal 1 : 14,7). SERVICE BERKALA Pentingnya merawat mobil Anda Merawat mobil bisa diartikan sama dengan membuat mobil Anda selalu ’awet muda’. Tidak disiplin menaati jadwal Servis Berkala, itu sama saja dengan mempercepat kerusakan bahkan memperpendek umur mobil Anda. Dengan mengikuti langkah-langkah perawatan Servis Berkala yang telah diatur oleh Toyota, selain membuat mobil Anda tetap prima, aman, dan nyaman digunakan, juga sekaligus menjaga agar TWC (Toyota Warranty Claim) tetap berlaku. Periode Servis Berkala 1.000 km Analisa dan pengaturan: Emisi gas buang, chassis dan body, oli mesin, sistem dan saluran pendinginan mesin, minyak (rem, kopling, & power steering). 10.000, 30.000, 50.000, 70.000 & 90.000 km Semua pekerjaan di Servis Berkala 1.000 km, ditambah dengan: » Ganti oli mesin. Analisa dan pengaturan: Performa mesin, sistem rem, serta ban (Tekanan, rotasi + balancing roda depan) 20.000, 60.000 & 100.000 km Semua pekerjaan di Servis Berkala 10.000 km, ditambah dengan: Analisa dan pengaturan: Fuel supply system, sistem kemudi dan suspensi kendaraan. 40.000, 80.000 & 120.000 km Semua pekerjaan di Servis Berkala 20.000 km, ditambah dengan: » Ganti busi. » Ganti oli (transmisi dan diferensial). » Ganti minyak rem dan saringan udara. » Ganti saringan bahan bakar (tiap kelipatan 80.000 km). Analisa dan pengaturan: Charcoal canister untuk menjamin gas buang aman bagi penumpang dan lingkungan. Periksakan Toyota Anda secara rutin di bengkel-bengkel resmi Toyota agar mesin Anda selalu terawat. Servis Berkala merupakan syarat berlakunya GARANSI 3 TAHUN/100.000 km Toyota Anda. Servis Berkala setiap kelipatan 10.000 km Servis Berkala di bengkel resmi Toyota cukup dilakukan setiap kelipatan 10.000 km, sehingga total biaya perawatan menjadi lebih hemat. Pemeriksaan yang dilakukan oleh bengkel resmi tidak hanya sekedar ganti oli saja, melainkan untuk kesemua bagian mobil yang antara lain seperti mengganti/menukar komponen, memeriksa dan memperbaiki atau bila perlu diganti, pemeriksaan dan penyetelan, mengencangkan pada momen tertentu, termasuk di antaranya rotasi dan balancing ban. Banyaknya item yang diganti ditentukan pada pembacaan odometer atau bulan (mana yang lebih dulu). Servis Berkala yang berlaku di bengkel resmi Toyota ini dimulai dengan pengecekan 1.000 km (gratis), 10.000 km, 20.000 km, 30.000 km dan seterusnya sampai 100.000 km. Selalu baca isi buku Warranty dan Servis Berkala sebelum mobil diservis. Hanya di Bengkel Resmi Toyota Tidak semua bengkel sudah memiliki standarisasi bengkel secara umum. Lain halnya dengan bengkel resmi Toyota yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, pasti memiliki standar yang sama seperti Service Advisor (SA) dan teknisi yang andal dan terlatih dalam menangani Toyota anda, peralatan yang lengkap dan canggih, garansi hasil pekerjaan, jaminan TGP (Toyota Genuine Parts), TWC (Toyota Warranty Claim) serta fasilitas yang nyaman. Toyota sendiri memiliki 5 main dealer dengan lebih dari 170 bengkel resmi yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Bengkel resmi ditandai dengan fascia serta ID Tower Toyota. Dengan standarisasi yang dilakukan Toyota, tentunya bengkel resmi Toyota dapat memberikan layanan yang sama, baik dari segi kualitas maupun customer handling nya, sehingga pelanggan Toyota dapat merawat kendaraan Toyota-nya di bengkel resmi mana saja. Layanan lain di bengkel resmi Toyota yang membantu Anda untuk mendapatkan pelayanan terbaik adalah adanya fasilitas Booking Service. Dengan melakukan booking sebelum servis, Anda tidak perlu antri, pengerjaan selesai tepat waktu, suku cadang sudah tersedia, dan teknisi siap melayani.Pastikan Anda melakukan servis secara berkala pada mobil anda hanya di bengkel resmi TOYOTA. EXPRESS MAINTENANCE Perawatan Berkala 1 Jam Agung Automall Mau melakukan perawatan berkala Toyota Anda dengan penanganan cepat? Kunjungi saja Agung Automall. Karena beberapa bengkel Agung Automall menyediakan layanan ekstra cepat ini. Dengan layanan perawatan berkala 1 jam, Anda tak perlu menunggu terlalu lama dalam melakukan perawatan berkala Toyota di bengkel Agung Automall. Untuk menikmati layanan ini terlebih dahulu pelanggan melakukan reservasi booking service. Booking dapat dilakukan via telepon dengan cara memberi informasi nomor seri (polisi) mobil, pekerjaan perawatan berkala yang dilakukan, rencana dan hari kedatangan, termasuk nomor telepon yang dapat dihubungi. Cara lain, Anda mendatangi langsung counter booking Agung Automall. Lalu melaporkan kebutuhan pekerjaan booking perawatan berkala, serta menandatangani kertas booking yang disediakan. Biaya perawatan tidak ada tambahan,sama dengan perawatan pada umumnya. Yang perlu diingat, saat masuk bengkel dan mendapat nomor antrian Anda langsung melapor atau menghubungi counter booking guna proses pembuatan dokumen. Pemeriksaan untuk Pastikan Tenaga yang Berkurang Besar kecilnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin seharusnya tidak dipengaruhi oleh jarak tempuh. Jika tenaga semakin kecil atau bahkan mesin terasa tak bertenaga saat kendaraan sudah menempuh jarak yang jauh (dalam waktu yang lama) berarti ada sesuatu yang menggangu kinerja mesin kita. Anda patut bertanya-tanya, dan silakan manfaatkan layanan konsultasi yang Agung Automall sediakan agar permasalahan menjadi lebih jelas. Kebetulan, pertanyaan ini beberapa kali diajukan oleh pelanggan Toyota. Terutama sewaktu mudik, di mana biasanya pengendara menempuh jarak jauh dengan kecepatan tinggi. Diantara penanya, ada juga yang mengaku tenaga mobil kembali prima bila temperatur mesin telah dingin kembali. Dilihat dari kasusnya, kemungkinan besar gejala seperti ini dipicu oleh overheating akibat sistem pendinginan tidak bekerja dengan baik. Kaitannya dengan overheating memang erat. Mesin yang overheating akan membuat beberapa komponen (misalnya, piston dan silinder) di mesin memuai secara berlebihan. Akibatnya, gerakan komponen-komponen di mesin menjadi berat karena gesekan antar bagian. Itulah yang membuat output tenaga yang dihasilkan pun merosot. Jika tetap dipaksakan, mesin dapat mogok. Selain overheating, penyebab lainnya adalah tidak normalnya sistem pengapian, bisa karena koil, kabel busi maupun busi itu sendiri. Mungkin saja kondisi komponen-komponen tersebut sudah tidak baik sehingga mudah terpengaruh oleh panas kendaraan. Saat panas, hambatan yang terdapat pada komponen tersebut menjadi besar. Pada akhirnya, percikan api dari busi juga menjadi lebih kecil. Percikan yang kecil menyebabkan bahan bakar tidak terbakar secara sempurna, otomatis tenaga yang dihasilkan menjadi berkurang. Jadi, pertama, untuk memastikan sistem pendingin mobil Anda masih bekerja dengan baik, periksalah kualitas air radiator, sirkulasi air, radiator, selang-selang penghubung radiator ke mesin atau mungkin kipas pendingin. Jika ternyata semua dalam kondisi baik-baik saja, ini langkah yang kedua, alihkan perhatian ke komponen pada sistem pengapian untuk memastikan masih layak atau tidaknya komponen-komponen tersebut. Sebetulnya, pada saat melakukan servis berkala, dua pemeriksaan penting di atas sudah pasti dilakukan. Agar berkendara menjadi lebih aman, nyaman serta komponen lebih terawat, lakukanlah service rutin. Gantilah Air Pendingin Secara Berkala Hal lain yang juga jarang disebut terkait dengan overheating adalah masalah pada thermostat. Untuk menghindari kemungkinan overheating karena kerusakan pada komponen ini, Bengkel Agung Automall menyarankan agar air pendingin diganti secara berkala setiap 20.000 km.Bila menggunakan Super long Life Coolant setiap 80.000 km. Aktivitas sederhana itulah yang dapat mencegah kemungkinan thermostat mengalami kerusakan. Salah satu kondisi yang membuat thermostat tidak dapat bekerja dengan baik adalah bila komponen ini dipenuhi karat pada dinding-dindingnya. Karat pada dinding-dinding thermostat memang harus dihindari. Apalagi, komponen ini sebagian besar berbahan dasar besi --unsur yang mudah menimbulkan korosi bila berkontaminasi dengan air dan udara. Kemungkinan karat semakin besar timbul bila air tersebut kotor. Itulah sebabnya, penggantian secara berkala dengan air yang steril kembali, dapat meminimalisir kemunculan karat. Bila tidak dicegah dan karat sudah terlanjur menempel, harap Anda berhati-hati. Tumpukan karat pada dinding-dinding thermostat bisa membuat komponen ini macet. Saat terjadi kemacetan, maka thermostat tidak dapat menjalankan fungsi buka-tutup aliran air dari radiator ke mesin. Kemacetan bisa membuat thermostat selalu terbuka, atau sebaliknya, tertutup terus. Bila selalu terbuka, berarti aliran air antara mesin dan radiator akan terus-menerus mengalir. Dengan demikian, air akan selalu berada pada suhu yang dingin. Situasi ini bisa membuat mesin overcooling yang dampaknya membuat temperatur kerja mesin sulit tercapai. Sebaliknya, bila thermostat macet dalam kondisi tertutup, aliran air antara mesin dan radiator akan terhalang. Karena terhalang, pada saat air pendingin telah mencapai temperatur kerja dan mendekati titik didih, tidak dapat bertukar tempat dengan air yang dingin. Karena tidak mendapat pendinginan yang cukup muncullah overheating. Saat overheating, tentu kita sudah paham dengan dampak buruknya. Karena panas yang melebihi toleransi, mesin mungkin berbunyi tidak , kurang bertenaga, boros bahan bakar, bahkan mogok di tengah jalan. Sekali lagi, kemungkinan itu bisa dicegah dengan mengganti air pendingin secara berkala. Akan lebih baik lagi bila Anda menggunakan bahan additive (radiator coolant). Sebab, dengan kandungan ethylene glycol di dalamnya, additive ini berfungsi untuk menurunkan titik didih air untuk menyempurnakan pendinginan, juga berfungsi untuk mencegah timbulnya korosi pada saluran-saluran air pendingin. Secara kimia, radiator coolant sendiri memang mengandung zat anti rust (karat), anti freeze (beku), dan anti overheat. Dikutip dari materi Bengkel klinik Mr. Gunadi N. Terimakasih atas bantuannya.

Friday, 16 April 2010

CARA MENGHEMAT BIAYA OPERASIONAL MOBIL

Bagi anda yang telah memiliki kendaraan khususnya mobil, umumnya perawatan yang akan anda keluarkan untuk memelihara kendaraan anda tidaklah sedikit, hal ini tentu saja akan menguras isi kantong anda, akan tetapi anda masih bisa melakukan penghematan dengan langkah-langkah sederhana berikut :
Jangan memanaskan mesin terlalu lama
Kebiasaan memanaskan mesin itu baik, tapi jangan terlalu lama. Karena bensin yang terbakar itu tidak membawa anda kemana-mana. Lagipula mobil lebih cepat panas ketika dikendarai. Apalagi teknologi mobil sekarang tidak membutuhkan waktu pemanasan bermenit-menit.
Hati-hati dengan roof rack
Mungkin tidak pernah terpikirkan oleh anda bahwa menempatkan barang di roof rack akan menyebabkan bensin menjadi lebih boros. Hal ini disebabkan oleh terganggunya aliran udara akibat penempatan barang pada roof rack dan itu menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras dan ini berarti bensin akan lebih banyak keluar.
Perlakukan mobil secara lembut
Jalankan mobil dengan lembut dan halus. Bawalah mobil ke kecepatan yang ideal dengan cepat tetapi jangan kasar. Usahakan untuk stabil di kecepatan itu. Ini akan menghemat bensin. Hindari kebiasaan ngebut dan ngerem berulang-ulang. Kecepatan paling ekonomis berkisar 40 km/jam hingga 100 km/jam. Menjalankan mobil dengan lembut, bukan saja menghemat bensin tetapi juga memperpanjang umur mesin, transmisi dan rem.
Rawat teratur
Kebiasaan merawat mobil termasuk ganti oli secara teratur pada akhirnya akan menekan biaya operasional, karena mobil beroperasi dalam kondisi puncak dan jarang rusak. Mesin yang tidak di tune up menyerap bensin 10% sampai 20% lebih banyak dari yang rajin dirawat. Mesin-mesin modern yang dikontrol komputer memang tidak membutuhkan tune up sesering mesin lama, tapi tetap harus dirawat. Pastikan mobil dirawat sesuai jadwal yang ada pada buku manual. Bertindak sigap ketika mendengar atau merasakan suara, getaran dan bau yang berbeda, akan banyak membantu mengurangi risiko kantong kering.
Pakai bahan bakar sesuai dengan yang direkomendasikan oleh pabrikan
Jika mobil anda dirancang untuk memakai premium, ya beli premium. Membeli bensin yang lebih mahal tidak memberi keuntungan yang signifikan. Hanya saja, hati-hati dengan premium bertimbal yang masih saja dijual dipasaran. Bensin ini cenderung menghasilkan timbunan kerak di ruang bakar dalam jangka panjang.
Perikasa ban Mobil
Seringkali pengendara lalai memeriksa ban mobil. Padahal ban yang kurang tekanan anginnya membutuhkan energi lebih besar untuk menggulirkannya, selain lebih cepat aus. Cek ban mobil anda minimal sebulan sekali pada kondisi dingin. Tekanan yang direkomendasikan biasanya tertera di buku manual ataupun di bagian dalam mobil. Kebiasaan ini akan memperpanjang umur ban yang sekarang harganya cukup mahal.

Supaya Usia Mobil Makin Panjang

BBM naik? ya pastilah semuanya naek, termasuk biaya perawatan mobil, asesoris, dan semuanya juga pasti ikutan latah. Nah, kalo kendaraan kita kurang terawat, yang namanya BBM juga pasti ngerongrong kantong neh, coba kita rawat kendaraan yuk, nih tipsnya nih:
Kalo jarak tempuh pendek, jangan pake mobil, karena dari kondisi mesin dingin, mesin harus dipanaskan dulu, karena kalo kita jalan dengan kondisi mesin dingin, kurang baik buat umur mesin, sedangkan dari dingin, karena mesin harus dipanaskan, butuh waktu tambahan.
Selalu cek semua kondisi minyak dalam kendaraan, minyak mesin minyak rem, minyak kopling, dan power steering secara teratur. Periksa apakah ada kebocoran, atau sudah saatnya ganti baru.
Jangan lupa penggantian oli secara teratur, sesuai dengan petunjuk di buku manual, jangan lupa pula untuk mengganti filter jika saatnya telah tiba.
Ganti filter udara setiap 20 Ribu Kilometer
Setiap dua tahun, bersihkan semua bagian yang berunsur minyak, seperti power steering, rem, kopling, mesin, dan lain-lain.
Periksa bantalan rem. Jangan sampai metal disk kena karena bantalan yang terlalu tipis
Tukas posisi ban secara diagonal (depan kiri dengan belakang kanan). Lakukan dua kali dalam setahun. Jika ban kempes, segera atasi, karena ban kempes mengurangi usia ban sampai dengan 15%
Jika memanasi mobil di pagi hari, jangan dilakukan dengan menekan gas dalam2, karena oli masih dalam keadaan kental dan susah naik, tekan gas tidak usah terlalu dalam, cukup lembut saja.
Gunakan rem tangan pada saat parkir. Hindari memasukkan gigi, karena hal ini bisa mempercepat kerusakan pada sistem transmisi.
Cucilah mobil dengan teratur, sehingga garam, asam, dan polusi yang merusak mobil dapat dihilangkan.

Lakukan Tune Up Sesuai Prosedur

Melakukan tune up agar hasilnya prima harus dilakukan secara sistematis sesuai prosedur. Prosedur tersebut biasanya terdapat dalam buku manual atau buku petunjuk service kendaraan bermotor. Seringkali terjadi sehabis mobil di tune up malah terdapat kerusakan lagi. Hal itu terjadi karena mungkin terjadi kesalahan pada saat tune up. Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda perhatikan untuk menghindari kesalahan yang terjadi. :

a. Selalu gunakan suku cadang asli dan berkualitas. Kalau bisa sedapat mungkin jangan menggunakan suku cadang palsu yang berkualitas rendah karena dapat menurunkan performa mesin kendaraan bahkan dapat menimbulkan keausan pada komponen mesin yang lain.

b. Sewaktu membersihkan ruang bakar jangan menggunakan carbon cleaner (bahan pembersih deposit karbon) karena akan menempel di elektroda busi dan menyebabkan mesin tersendat-sendat.

c. Penggunaan carbon cleaner dianjurkan untuk mobil yang sering digunakan sehari-hari dalam kota namun jarang digunakan untuk jalan jauh dan kecepatan tinggi. Setelah melakukan perjalanan jauh baru gunakan carbon cleaner, buka busi dan bersihkan semua deposit yang menempel pada elektroda.

d. Saat melepas kabel busi jangan menukar rute kabel busi. Cek busi dengan Ohm-meter, ukuran yang tepat setiap 1.200 Ohm untuk 25 mm.

e. Saat memasang busi kembali tangan harus bersih dan tidak basah untuk menghindari terjadinya korsleting. Pada saat memasukkan busi, usahakan jangan sampai membentur kepala silinder karena dapat merubah celah busi. Perubahan celah busi dapat mempengaruhi performa mesin.

f. Saat memasang platina baru, jangan sampai tercemar oli yang biasanya terdapat pada rotor karena jika platina sampai terkena oli maka akan menyebabkan permukaannya terbakar prematur. Gunakan pelumas gemuk silikon khusus untuk rotor platina.

g. Pemeriksaan oli harus dilakukan secara rutin. Lakukanlah di daerah yang datar. Untuk memeriksa oli tunggu sampai mesin dingin karena jika oli mesin diperiksa pada saat mesin baru saja mati 3-4 menit yang lalu maka oli masih banyak tertinggal pada bagian mesin. Hal ini akan menyebabkan jumlah oli di karter tidak tepat.

h. Cara memeriksa oli gunakan tonggak pengukur oli. Tarik tonggak pengukur oli dan bersihkan dengan kain lalu masukkan kembali sedalam mungkin untuk memperoleh hasil pengukuran yang tepat. Lalu tarik tonggak pengukur oli dan amati. Oli harus berada di antara tanda F dan L. Jika oli berkurang, tambahkan oli dengan tingkat kekentalan yang sama. Banyaknya oli seharusnya ada pada tanda F.

i. Perhatikan kualitas oli. Jika oli sudah berubah warna maka perlu segera diganti. Lihatlah petunjuk pada buku manual, biasanya tertera petunjuk masa penggantian oli setiap 6 bulan sekali atau setelah mobil menempuh jarak 10.000 km.

Pertahankan Performa Mobil yang disimpan Lama

Bagi sebagian orang, mobil bukan sekedar alat transportasi tapi koleksi yang sangat disayangi. Ada cara menyimpan mobil untuk jangka waktu lama (enam bulan hingga bertahun-tahun) tampa mengurangi performa. Usahakan menyimpan mobil di garasi yang kering dan dingin. Sebelum menyelimutinya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan.
Lepaskan aki, minimal cabut kabel ground.
Isi penuh tangki bahan bakar (bila akan menyimpan kendaraan lebih dari satu tahun) untuk mencegah penguapan, kerusakan karena air dan pembentukan karat.
Pada hari mulai menyimpan, ganti oli mesin beserta filternya.
Lepas busi, dan teteskan satu sendok teh oli mesin baru ke silinder, lalu pasang kembali busi. Ini untuk memberi lapisan pelindung pada silinder.
Bila ada bagian mesin yang terbuat dari aluminium, misalnya block, head, manifold, buang dan keringkan semua sistem pendingin. Ini untuk mencegah korosi akibat cairan coolant ataupun kontak dengan aluminium. Bila mesin hanya terdiri dari baja, jangan sekali-kali mengeringkan radiator coolant. Bila umur coolant sudah satu setengah tahun, ganti yang baru.
Isi penuh oli rem. Bilas bila sudah lebih dari dua tahun . Oli yang sudah lama akan merusak komponen logam.
Kalau ada, tongkrongkan mobil di atas penopang. Ini akan mengistirahatkan kerja ban, bearing dan komponen suspensi lain. Ada cara lain, tambahkan saja tekanan angin ke masing-masing ban.
Selimuti mobil dengan car cover berkualitas. Jangan lupa membuka kaca sedikit untuk ventilasi. Ini berlaku untuk penyimpanan di luar atau pun dalam ruangan.

Mencegah Kerusakan Pada Catalytic Converter

Catalytic Converter biasanya dipasang pada kendaraan untuk mengurangi kadar karbonmonoksida dari asap knalpot, sehingga mengurangi polusi yang ditimbulkan. Pemakaian catalytic converter didesain untuk kendaraan dengan bahan bakar tanpa timbal. Untuk mencegah kerusakan pada catalytic converter, perhatikan hal berikut ini :
Rawatlah kendaraan Anda sesuai jadwal perawatan berkala di buku manual service.
Jangan menghidupkan mesin dengan mendorong kendaraan atau ditarik.
Jangan mematikan mesin dengan transmisi tidak pada posisi netral dan kendaraan masih melaju.
Jangan menstarter mesin jika salah satu kabel busi terlepas dalam suatu perbaikan.
Hindari bahan bakar di dalam tangki kosong.

Beberapa Penyebab Gangguan Pada Saluran Bahan Bakar
Ada kalanya mobil mogok disebabkan karena sistem bahan bakar yang tidak normal. Mungkin karena bahan bakar tidak sampai ke karburator atau malah terlalu banyak bahan bakar ke karburator atau sebab lain yang mengganggu kelancaran anda mengemudi. Gangguan apa saja yang bisa terjadi pada saluran bahan bakar?
Tangki bahan bakar berkarat. Biasanya tangki yang berusia lebih dari 5 tahun mudah berkarat. Tandanya, bensin sisa berwarna kekuningan dan filter akan tersumbat dengan sisa karat tersebut. Gejala yang timbul, bila kendaraan dalam kecepatan tinggi mobil menjadi nyendal-nyendal. Cucilah tangki dengan bensin, jangan menggunakan air malah akan menambah korosi.
Filter bahan bakar tersumbat. Penyebabnya karena tersumbat kotoran berupa air, karat, dan lumpur. Gejalanya, waktu distart mesin hidup, tapi begitu digas langsung mati atau mesin akan tersendat-sendat pada kecepatan tinggi. Lakukan pembersihan filter udara atau segera ganti dengan yang baru jika kondisinya sudah tidak memadai.
Pompa bahan bakar tidak bekerja. Membran dalam pompa bahan bakar yang sudah sobek mengakibatkan pengiriman bahan bakar ke karburator tidak mencukupi. Lagipula di sekitar pompa ada rembesan bahan bakar dan baunya bisa sampai ke penumpang. Gejalanya, sekonyong-konyong mesin kehilangan tenaga dan nyendal-nyendal.
Needle Valve tersumbat kotoran. Pada karburator terdapat sebuah baut penutup untuk membuang bensin yang berlebihan. Di bagian ini ada katup Needle Valve yang mengatur bahan bakar sesuai kebutuhan. Jika terdapat kotoran pada katup tersebut maka katup tidak akan berfungsi.

Mengungkap Bunyi Misterius Pada Mesin Mobil Anda

Saat Anda menghidupkan mobil pertama kali, setelah tidak dipakai untuk beberapa saat lamanya, atau saat putaran mesin bertambah, terdengar bunyi mencicit. Kemungkinan besar suara itu berasal dari tali penggerak kipas (fan belt) yang selip karena ketegangannya berkurang. Coba setel kembali dan perhatikan bidang geseknya, kalau permukaannya licin dan mengkilap, berarti fan belt telah kehilangan cengkeraman pada puli. Oleh karena itu, segera ganti dengan fan belt yang baru.

Knocking atau ‘Metallic Rattling’
Istilah umumya untuk bunyi seperti ini adalah ngelitik. Bunyi ini timbul karena proses pembakaran yang tidak sempurna. Umumnya, akibat terlalu rendahnya oktan dari bahan bakar yang dipergunakan atau mesin mengalami overheating. Gejala ngelitik yang berlebihan bisa mengakibatkan rusaknya piston. Bila suara itu timbul sedikit ketika berakselerasi, bisa diabaikan. Meski begitu, sebaiknya mintalah mekanik untuk memeriksa mesin, agar bunyi ngelitik tersebut hilang.

Bunyi Ketukan ‘Berat’
Bila mesin menimbulkan suara ketukan seperti orang sedang memukulkan besi, bisa jadi mesin mobil Anda mengalami kerusakan yang cukup parah. Mungkin metal (rod bearing) atau setang pistonnya rusak. Jangan memaksa untuk menjalankan mobil, karena akan memperparah kerusakannya.

Suara Mendesis
Bisa jadi salah satu slang vacuum terlepas atau bocor. Biasanya diikuti dengan tesendatnya putaran mesin. Mendeteksi suara seperti ini tergolong sulit, sehingga perlu ketelitian. Masukkan kembali selang vacuum yang terlepas, atau ganti baru kalau memang sudah bocor.

Suara Mencicit Saat Mobil di Rem
Meski rem mobil bekerja sempurna dan kanvas rem baru, bisa saja menimbulkan suara ‘mencicit’. Umumnya akibat permukaan geseknya kotor. Cobalah membersihkan atau mengganti kanvas rem yang didesain untuk mengeliminir bunyi.

Suara Gesekan Antar-Logam Saat Mengerem
Itu artinya lapisan atau permukaan gesek kanvas rem terlalu tipis, atau bahkan sudah hilang, sehingga terjadi gesekan antar-logam. Kondisi ini dapat mengakibatkan kemampuan rem jauh berkurang. Maka, segera ganti kanvas rem mobil Anda.

Suara Mendesis ‘Power Steering’
Bunyi ini timbul pada mobil yang dilengkapi power steering, saat kemudi diputar. Akibat kurangnya jumlah minyak power steering atau rusaknya sistem pompa power steering. Umumnya diikuti dengan beratnya putaran pada setir. Tambahkan minyak power steering bila kurang, atau kunjungi bengkel khusus power steering untuk perbaikan.

Bunyi Ketukan Saat Roda Depan Membelok
Gejala ini umum terjadi pada mobil-mobil yang digerakkan oleh roda depan. Penyebabnya, kerusakan pada bola-bola di CV joint, karena pembungkus karetnya pecah, sehingga ‘gemuk’ alias gel pelumas di dalamnya telah habis. Kondisi ini akan bertambah parah bila tidak segera diperbaiki.

Suara Ketukan Saat Memindahkan Gigi ‘Porsneling’
Bunyi ketukan yang timbul dari bawah mobil waktu memindah posisi gigi, menginjak atau mengangkat pedal gas tiba-tiba. Umumnya diakibatkan karena kerusakan pada sistem penerus tenaga, kendurnya cross-joint atau rusaknya gigi gardan.

CARA TEPAT MERAWAT MESIN MOBIL AGAR AWET

Dua Pemeriksaan untuk Pastikan Tenaga yang Berkurang
Besar kecilnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin seharusnya tidak dipengaruhi oleh jarak tempuh. Jika tenaga semakin kecil atau bahkan mesin terasa tak bertenaga saat kendaraan sudah menempuh jarak yang jauh (dalam waktu yang lama) berarti ada sesuatu yang menggangu kinerja mesin kita. Anda patut bertanya-tanya, dan silakan manfaatkan layanan konsultasi SMART FM BENGKEL KLINIK agar permasalahan menjadi lebih jelas.

Dilihat dari kasusnya, kemungkinan besar gejala seperti ini dipicu oleh overheating akibat sistem pendinginan tidak bekerja dengan baik. Kaitannya dengan overheating memang erat. Mesin yang overheating akan membuat beberapa komponen (misalnya, piston dan silinder) di mesin memuai secara berlebihan. Akibatnya, gerakan komponen-komponen di mesin menjadi berat karena gesekan antar bagian. Itulah yang membuat output tenaga yang dihasilkan pun merosot. Jika tetap dipaksakan, mesin dapat mogok.

Selain overheating, penyebab lainnya adalah tidak normalnya sistem pengapian, bisa karena koil, kabel busi maupun busi itu sendiri. Mungkin saja kondisi komponen-komponen tersebut sudah tidak baik sehingga mudah terpengaruh oleh panas kendaraan. Saat panas, hambatan yang terdapat pada komponen tersebut menjadi besar. Pada akhirnya, percikan api dari busi juga menjadi lebih kecil. Percikan yang kecil menyebabkan bahan bakar tidak terbakar secara sempurna, otomatis tenaga yang dihasilkan menjadi berkurang.

Jadi, pertama, untuk memastikan sistem pendingin mobil Anda masih bekerja dengan baik, periksalah kualitas air radiator, sirkulasi air, radiator, selang-selang penghubung radiator ke mesin atau mungkin kipas pendingin. Jika ternyata semua dalam kondisi baik-baik saja, ini langkah yang kedua, alihkan perhatian ke komponen pada sistem pengapian untuk memastikan masih layak atau tidaknya komponen-komponen tersebut.

Sebetulnya, pada saat melakukan servis berkala, dua pemeriksaan penting di atas sudah pasti dilakukan. Agar berkendara menjadi lebih aman, nyaman serta komponen lebih terawat, lakukanlah service rutin.

Menjaga Tutup Radiator, Mencegah Overheating
Ilmu berharga dalam merawat mobil. Suatu ketika, saat menempuh perjalanan keluar kota. mesin mobilnya mengalami overheating. Setelah mobil diparkir dan kap mesin dibuka, ternyata radiatornya tidak berpenutup. Inilah yang menyebabkan sistem pendingin mesin tidak bekerja dengan baik sehingga air radiator tidak dapat mendinginkan mesin. Beruntung tutup radiator hanya jatuh dan terselip di sela-sela mesin.

Setelah kejadian itu, terinspirasi ide kreatif. Demi mencegah terulangnya kasus tutup radiator yang jatuh, "Ada baiknya dipasangi rantai kecil".Dengan cara ini dapat memperkecil kemungkinan tutup radiator jatuh atau pengendara lupa memasang kembali tutup radiator setelah memeriksa air radiator.
Terjadi overheating karena ternyata radiator tidak berpenutup. Sehabis membuka tutup radiator dalam rangka memeriksa kuantitas dan kualitas air, mereka pada umumnya lupa untuk memasang kembali. Akibatnya, ketika mobil dioperasikan lama kelamaan mesin mengalami overheating.

Dengan bentuknya yang kecil memperbesar kemungkinan kita terlupa, atau kehilangan benda ini setelah melepasnya dari radiator. Padahal, tutup radiator memegang peran penting. Ada dua katup dalam komponen ini, yaitu: katup tekan dan katup vakum. Kedua katup ini secara bergantian mengeluarkan dan menghisap sehingga air berputar dari tangki reservoir (tangki cadangan) ke radiator.

Meskipun begitu, seperti pernah kami ulas ketika membahas cara merawat sistem pendingin, kami menyarankan agar pemeriksaan air radiator tidak perlu dengan buka tutup radiator, tetapi dengan melihat air di tangki cadangan. Buka tutup radiator cukup dilakukan pada saat menguras air radiator. Terlalu sering membuka tutup radiator akan memperbesar peluang katup buka atau katup tutup mengalami kerusakan. Bila terjadi kerusakan, otomatis kerja komponen ini terganggu.

Cara Menguras dan Mengisi Ulang Air Radiator
Radiator dan sistem pendingin termasuk bagian penting yang mendukung kelancaran kerja mesin mobil. Salah penanganan, bukan mustahil bila di perjalanan mobil Anda malah mengalami mogok gara-gara overheating. Di antara sekian banyak kesalahan, kekeliruan yang cukup sering terjadi misalnya adalah saat menguras dan mengisi air radiator.

Agar tidak keliru, berikut ini langkah-langkah dalam menguras dan mengisi ulang air radiator:

1. Buka sumbat radiator (letaknya di bagian bawah radiator), lalu buka tutup radiator dan biarkan alir mengalir keluar.
2. Setelah semua air keluar, tutup sumbat radiator dan mulailah menuangkan air dari penutup radiator sampai penuh (paling baik menggunakan air suling dan menambahkan aditif/coolant). Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan katup pembuang udara seperti Avanza, pada waktu mengisi air, katup ini dibuka hingga air keluar melalui katup ini.
3. Setelah penuh, silakan menutup radiator rapat-rapat.
4. Hidupkan mesin dengan posisi AC off. Biarkan mesin hidup sampai kipas elektrik berputar, lalu matikan mesin. Jangan lupa, di tahap ini Anda harus memeriksa selalu temperatur gauge di dashboard, dan segera matikan mesin bila temperatur naik melewati batas. untuk kendaraan yang tidak menggunakan kipas elektrik, bisa dengan melihat indikator temperatur di dashboard sampai jarum menunjuk posisi setengah.
5. Buka kembali penutup radiator saat mesin sudah dingin. Lalu, periksa apakah air masih tampak penuh. Jika ya, berarti proses mengisi air radiator telah selesai dan Anda bisa langsung ke langkah no 7. Tapi jika tidak, tambahkan kembali sampai batas mencapai maksimum.
6. Tutup kembali radiator dan ulangi langkah 4-5 di atas.
7. Periksa juga tangki cadangan air radiator. Permukaan air harus di atas batas "MINIMUM".

Tahap selanjutnya perlu kita lakukan untuk memastikan bahwa kuantitas air yang harus kita masukkan sudah sesuai dengan yang dibutuhkan sistem pendinginan mesin. Secara teknis, sewaktu kita mengisi air radiator dengan kondisi mesin dingin, maka ada kemungkinan air tidak sampai ke bagian mesin yang berada jauh dari radiator. Dan ketika temperatur naik saat mesin dihidupkan, maka air dalam radiator akan tersedot dan bersirkulasi ke mesin. Itulah yang membuat kuantitasnya tampak berkurang ketika penutup radiator dibuka kembali saat mesin telah dingin.

Nah, inilah yang patut dihindari. Pastikan kuantitas air radiator cukup tiap kali mengisi kembali air radiator.

Matikan Air Conditioner, Kurangi Beban Mesin
Di antara objek yang harus sering kita lihat saat berkendara adalah indikator-indikator yang terletak di dashboard. Salah satunya adalah indikator yang menunjukkan temperatur mesin. Jika jarum indikator menunjukkan ke level HOT, Anda harus waspada. Bila kecenderungan temperatur terus naik, coba matikan pendingin (AC) untuk mengurangi beban mesin agar mobil yang Anda kendarai terhindar dari overheating.

Setelah berada di tempat yang aman, segera lakukan pemeriksaan pada sistem pendingin mesin. Bukan tak mungkin penyebabnya sangat sederhana: yaitu, air radiator mobil Anda nyaris habis. Kecenderungan ini kerap dialami para pengendara, terutama bagi mereka yang jarang memeriksa kuantitas dan kualitas air radiator.

Pada sistem pendingin yang bekerja dengan sempurna, kuantitas air radiator memang tidak pernah berkurang. Jumlah air di tangki reservoir (cadangan) akan selalu berada di antara garis MAX dan MIN. Hanya ada dua kemungkinan besar yang memicu air radiator berkurang. Pertama, terjadi kebocoran pada sistem radiator, baik kebocoran di pompa air, radiator, selang-selang maupun pipa-pipanya. Kedua, kondisi tutup radiator yang tidak bagus sehingga fungsi katup tekan dan hisapnya tidak bekerja dengan baik yang berakibat sirkulasi air radiator dari tangki ke mesin terganggu.

Kedua penyebab di atas banyak dipengaruhi oleh faktor usia. Mungkin saja terjadi kebocoran di pompa air, selang-selang, pipa, radiator maupun tutup radiator karena korosi. Semakin lama usia kendaraan, semakin besar terjadi kemungkinan bocor dan tutup radiator yang tidak normal.

Meskipun demikian, sebagai pengendara kita dapat memperpanjang usia dengan melakukan penggantian air radiator sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan oleh pabrikan. Akan lebih jauh juga jika Anda menggunakan air khusus untuk sistem radiator.

Waspadai Mesin Tak Stabil Saat Idle
Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang boros bukan hanya disebabkan oleh gaya berkendara yang tidak tepat, jalan macet, melainkan juga bisa dipengaruhi dari setingan mesin kendaraan kita. Terutama dari pengaturan campuran bahan bakar dan udara yang kurang pas. Bisa jadi, pengaturan perbandingan bahan bakar mesin tidak tepat sehingga membuat campuran menjadi “gemuk”. Disebut “gemuk” karena pasokan bahan bakar ke ruang bakar lebih besar dari yang dibutuhkan.

Itu sebabnya, pengaturan campuran udara dan bahan bakar mempengaruhi boros tidaknya konsumsi bbm. Nah, untuk mengetahui pas atau tidaknya pengaturan tersebut, caranya sangat mudah. Salah satunya dapat kita deteksi ketika mesin dalam posisi idle. Jika RPM mesin turun naik, ini pertanda pengaturan perbandingan bahan bakar dan udara yang kurang pas. Seharusnya, setelah kunci kontak diputar ke posisi START dan mesin hidup, RPM tetap stabil saat pedal gas kita diamkan.

Karena itu, waspadai mesin yang tidak stabil dalam posisi idle. Selain mengakibatkan konsumsi yang lebih boros, sangat mungkin mesin tiba-tiba mati saat mobil tengah kita pacu di tengah di jalan.

Cara mengetahui pengaturan campuran bahan bakar dan udara yang kurang pas dengan metode lebih sederhana adalah melalui uji emisi gas buang. Coba saja ikuti kegiatan uji emisi gratis yang sering Agung Automall adakan melalui program TOYOTA MOBILKU. Bila pada kertas hasil test tertera kadar HC dan CO yang terlalu tinggi, berarti bahan bakar yang masuk ke ruang bakar terlalu besar daripada yang dibutuhkan akibat pengaturan yang tidak pas.

Solusinya sederhana. Tinggal mengatur kembali perbandingan campuran bahan bakar dan udara di kendaraan. Setiap melakukan servis rutin di bengkel pun biasanya mekanik melakukan pemeriksaan dan penyetelan rasio bahan bakar dan udara yang terbakar atau sering disebut setel CO.

Meskipun demikian, bukan tak mungkin bila penyetelan sudah pas tetapi pembakaran bbm tetap tidak sempurna. Untuk memastikannya, lakukanlah pemeriksaan throttle body. Kemungkinan besar komponen tempat mengalirnya udara ini kotor dan mengganggu kelancaran aliran udara ke ruang bakar.

Selain itu, periksa juga sistem pengapiannya. Barangkali ada busi yang sudah mati, coil sudah aus atau tahanan-tahanan pada kabel busi pengapian terlalu tinggi.


Jika Mesin Tak Kuat Saat AC Dihidupkan
Suhu di Indonesia lumayan panas. Karena itu, bagi para pengendara, Air Condition (AC) sudah menjadi kelengkapan standar. Tak akan terasa nyaman bila berkendara tanpa dihembus dinginnya AC. Apalagi, bila jalur yang dilewati padat dan kerap dilanda kemacetan.

Namun, agar bisa benar-benar bekerja dengan baik, AC juga butuh performa mesin yang prima. Jika tidak, bukan mustahil tiap hendak menghidupkan AC, mesin tidak kuat. Seakan-akan mesin akan mati sehingga kita terdorong untuk menginjak pedal gas. Mesin memang tetap hidup sepanjang pedal gas terus diinjak.

Pada umumnya, kasus seperti di atas muncul karena penyetelan RPM (putaran per menit) tidak ideal. Penyetelan yang ideal adalah penyetelan yang menyesuaikan antara putaran mesin dan beban yang harus diangkat mesin. Beban utama yang harus diangkat mesin adalah berat fisik kendaraan beserta muatannya. Selain itu, yang juga menjadi beban mesin adalah kompresor AC saat dihidupkan. Mesin akan terasa mau mati bila beban tidak sesuai dengan putaran mesin.

Nah, untuk menyesuaikan beban dan putaran mesin itulah penyetelan RPM diperlukan. Idealnya, pada saat idle (AC tidak dihidupkan) kurang lebih 800 RPM. Apabila idle dengan kondisi AC hidup, kurang lebih 900 RPM. Bila penyetelah mesin adalah 800, tapi AC dihidupkan, maka mesin akan cenderung mati.

Biasanya, saat kendaraan di tune up, akan selalu dilakukan penyetelan RPM. Ini sudah prosedur standar di setiap bengkel mobil. Hanya, tidak semua mobil membutuhkan penyetelan. Tergantung sistem bahan bakar yang digunakan.

Penyetelan akan sangat dibutuhkan pada mobil-mobil yang menggunakan sistem bahan bakar karburator. Pada mobil yang menggunakan sistem bahan bakar injeksi, ada yang memerlukan penyetelan manual, ada juga yang sudah otomotis dilakukan oleh komputer mesin.

Perlu diingat, penyetelan harus dilakukan secara periodik. Karena, getaran yang ditimbulkan mesin membuat baut setelan RPM berubah, atau mengendor. Sebaiknya penyetelan dilakukan setiap 10.000 km, atau setiap kali di-tune up.

Jadi, jangan lupa untuk tune up mobil Anda secara periodik. Selain RPM akan disetel, juga untuk memeriksa komponen-komponen yang berpotensi rusak. Misalnya, busi, platina, kondensor, van belt, saringan udara, saringan bensin, atau saringan solar pada mobil berbahan bakar diesel.

CARA SEDERHANA PEDULI LINGKUNGAN

Berkendara Sambil Kurangi Pencemaran
Coba ingat-ingat lagi kabin mobil Anda. Sudah adakah kotak sampah di sana? Semoga saja ada, karena benda kecil ini bisa menjadi indikator seberapa besar kepedulian pemiliknya terhadap lingkungan, sehingga tidak terbiasa melempar sampah berupa kertas, plastik atau bahkan puntung rokok yang masih menyala ke jalan raya.

Kesadaran tentang lingkungan memang perlu kita tingkatkan.sebagai pengendara kita dapat berperan serta mengurangi polusi. Selain tidak membuang sampah sembarangan, juga dengan menekan polusi dari gas buang. Misalnya, dengan menerapkan eco driving seperti poin-poin berikut ini. Hasilnya juga dapat kita rasakan ke konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil kita yang semakin irit.

1. Hindari menginjak pedal gas dengan cara menghentak
Injakan harus stabil dan bertahap agar BBM yang dihisap/di-supply ke ruang bakar sesuai dengan yang dibutuhkan. Pasokan BBM yang terlalu banyak menyebabkan pemborosan.

2. Pindahkan gigi persneling sesuai RPM kendaraan
Saat memindahkan persneling, alangkah baiknya pada rpm (rotate per minute) di mana tercapai torsi tertinggi. Spesifikasi dan keterangan tentang rpm dapat dilihat pada brosur kendaraaan. Kebiasaan lain yang seringkali dilupakan pengendara adalah: tidak segera menyesuaikan persneling setelah menurunkan kecepatan (deselerasi). Pemakaian gigi yang tinggi pada kecepatan rendah akan membuat mesin dan transmisi bekerja lebih berat serta membuat bahan bakar lebih boros. Sebaiknya, setelah berlari kencang tiba-tiba harus ngerem mendadak, pindahkan perseneling ke posisi lebih rendah.

3. Servis berkala dan uji emisi
Untuk poin ini, silakan cari informasi dan hadiri event "Save Our World" yang dikenal dengan TOYOTA MOBILKU oleh Agung Automall adakan. Di event ini, mobil-mobil Toyota dapat menikmati Uji Emisi Gratis. Dari uji emisi akan ketahuan kadar emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan gas buang menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna, dan sudah pasti polutan yang dibuang lewat knalpot lebih tinggi. Boros atau tidaknya konsumsi BBM juga ditentukan oleh kondisi komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan/ kerusakan bisa menyebabkan pembakaran BBM tidak sempurna. Lakukan perawatan mesin secara rutin. Perhatikan juga komponen-komponen pada penggerak roda seperti kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda. Bila komponen-komponen penggerak roda ini aus atau rusak, akan menyebabkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil terbuang percuma.

4. Perhatikan beban mesin
Faktor lain yang menentukan konsumsi BBM adalah beban yang harus ditanggung mesin. Usahakan tidak mengangkut muatan yang tidak diperlukan (overload), karena semakin berat beban, semakin besar konsumsi BBM.

5. Rencanakan perjalanan
Yang tidak boleh dilupakan adalah kemampuan pengendara untuk mengantisipasi dan menghindari kemacetan. Berkendara di tengah kemacetan sangat tidak efektif dan boros BBM.

Mari Ikut Menekan Emisi Gas Buang
Tingkat pencemaran udara sudah sangat mencemaskan. Data penelitian yang pernah dilakukan SwissContact untuk kasus udara Jakarta misalnya menyebutkan bahwa emisi gas buang kendaraan menyumbang 70% pencemaran udara. SwissContact adalah lembaga yang banyak mengkampanyekan udara bersih.

Dari sisi teknologi, pabrikan mobil sudah berusaha menekan efek buruk gas buang kendaraan. Sekarang dapat kita temui mobil-mobil yang dilengkapi dengan VVT-i, Catalytic Converter, atau Exhaust Gas Recirculation (EGR), bahkan sistem Electronic Fuel Injection. Semua diperuntukkan agar emisi gas buang jauh lebih ramah lingkungan.

Di samping kepedulian pabrikan, pemilik mobil yang tidak dilengkapi komponen-komponen seperti di atas pun sebetulnya tetap dapat membantu menekan tingkat pencemaran udara. Misalnya melalui penyetelan-penyetelan, perawatan kondisi komponen-komponen dan gaya berkendara.

Adapun penyetelan yang bisa dilakukan untuk mengurangi emisi adalah:

1. Emisi: Dapat dilakukan dengan mengatur campuran udara dan bahan bakar saat idle. Gunakan idle mixture adjusting screw pada sistem karburator atau dengan mengatur besarnya tahanan pada variable resistor untuk kendaraan sistem injeksi. Untuk kendaraan yang sudah dilengkapi dengan catalytic tidak diperlukan penyetelan karena sudah secara otomatis diatur oleh komputer berdasarkan oksigen sensor.

2. Waktu pengapian: Dapat dilakukan dengan mengatur posisi rumah distributor (untuk kendaraan yang masih menggunakan distributor) dan untuk kendaraan yang tidak dilengkapi dengan distributor, atau kendaraan yang satu coil-satu silinder atau satu coil untuk dua busi, secara otomatis sudah diatur oleh komputer.

3. Celah katup: Celah katup yang tidak sesuai akan menyebabkan jumlah bahan bakar yang akan masuk ke mesin berlebihan atau malah berkurang. Akibatnya, ada sebagian bahan bakar yang terbuang ke udara luar. Untuk itu kami sarankan penyetelan setiap 10.000 km, atau untuk kendaraan yang sudah dilengkapi dengan valve lifter hydraulic lakukan pemeriksaan lifter apabila timbul bunyi kasar.

Yang juga tidak boleh dilupakan adalah bahan bakar. Pakailah bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai. Pemakaian nilai oktan yang tidak sesuai akan menimbulkan knocking atau keterlambatan pembakaran yang akan mengakibatkan polusi udara.

Kondisi komponen-komponen yang aus atau kotor juga berpengaruh terhadap kandungan emisi gas buang. Komponen yang aus akan berakibat kerja komponen tersebut tidak maksimal. Contoh, busi yang aus akan menghasilkan bunga api yang kecil, sehingga bahan bakar tidak akan terbakar semua. Akibatnya sisa bahan bakar yang tidak terbakar terbuang ke udara luar dan jadilah polusi. Sedangkan komponen yang kotor akan menghambat aliran udara, aliran bensin, dll.

Pengaruh gaya berkendara dengan emisi gas buang juga jelas. Sebab, gaya berkendara menentukan boros tidaknya konsumsi bbm. Semakin boros konsumsi bbm berarti semakin banyak polutan yang dilepas lewat knalpot kendaraan.

Memanaskan Mesin, Bukan Sekadar Kebiasaan
Memanaskan mesin yang biasa kita lakukan sebelum mengendarai mobil memang tindakan yang sangat berguna. Karena pentingnya tindakan ini, wajar bila banyak customer yang mengajukan pertanyaan ke AGUNG AUTOMALL perihal manfaat dan teknis pemasanan yang sebaiknya dilakukan.

Sebetulnya, pemanasan mesin cukup dalam lima menit dan tidak perlu dengan menginjak-injak pedal gas. Untuk mengetahui bahwa kondisi mesin sudah mencapai temperatur kerja bisa juga dengan melihat indikator temperatur di panel dashboard. Biasanya ditandai dengan jarum temperatur yang menunjukkan posisi 1/3 atau 1/2.

Lakukan tindakan ini secara rutin. Diantara manfaat-manfaat pemanasan mesin adalah pembakaran bahan bakar di ruang bakar menjadi sempurna dan mesin akan bekerja optimal. Bahkan, pemanasan mesin juga membantu memperlambat keausan mesin.

Dengan pemanasan, kita memberi kesempatan pada oli untuk bergerak dari panci oli dan masuk kembali ke bagian-bagian mesin yang perlu dilumasi. Sehingga oli siap melancarkan pergesekan antarlogam saat mesin bekerja keras, ini yang membantu mencegah keausan.

Yang juga menarik adalah manfaat pemanasan dalam membuat mesin bekerja seoptimal mungkin. Optimalisasi ini terjadi karena pemanasan mengurangi terjadinya kebocoran kompresi.

Seperti kita ketahui, karena bagian-bagian pada komponen mesin pasti berada pada temperatur tinggi, ada bagian-bagian tertentu yang memang tidak dibuat presisi. Para desainer sengaja menciptakan celah. Dan celah ini secara otomatis akan berkurang (menjadi presisi) ketika komponen-komponen itu terkena suhu panas. Ini yang kemudian mengurangi terjadinya kebocoran kompresi.

Kebocoran kompresi otomatis membuat tekanan kompresi pada mesin menurun. Akibat penurunan tekanan kompresi, temperatur mesin tidak mampu membakar campuran bahan bakar dan udara dengan sempurna. Ketika campuran tersebut tidak terbakar dengan sempurna, tenaga yang dihasilkan mesin pun tidak optimal.

Pembakaran yang tidak sempurna bukan hanya mengakibatkan tenaga mesin kurang optimal. Tapi juga membuat mesin lebih boros bahan bakar. Ini sudah jelas karena dalam kondisi mesin masih dingin, supply bahan bakar harus lebih besar agar tetap terjadi pembakaran.

Mobil Ber-Catalytic, Jangan Panaskan Mesin Terlalu Lama

Di halaman kantor, jalan pinggir sekolah, pasar dan beberapa area yang biasa digunakan untuk parkir sambil menunggu seseorang, sering terlihat ada mobil yang dihidupkan dalam waktu cukup lama. Tujuan pengendaranya, agar AC mobil tetap dapat berhembus sehingga menunggu di dalam mobil tetap terasa nyaman.

Kebanyakan pengendara baru menyadari bahwa kerugiannya hanyalah pada sisi pemborosan bahan bakar. Padahal tidak hanya itu, apalagi bagi mobil yang telah dilengkapi dengan catalytic converter. Jika terlalu panas, komponen yang berfungsi sebagai alat penurun emisi gas buang ini tidak dapat bekerja dengan maksimal. Bahkan, catalytic converter yang kelewat panas dapat memicu kebakaran hebat bila di dekatnya terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar. Kertas, daun-daun kering yang terbang, misalnya.

Secara teknis, sebenarnya pemanasan suhu pada catalytic converter memang disengaja. Itu sebabnya komponen ini ditempatkan setelah exhaust manifold agar terkena imbas dari gas buang mesin yang panas. Pada saat panas itulah catalytic converter dapat berfungsi sebagai katalis dalam mereduksi gas buang (seperti Hidrocarbon, Carbonmonoksida, Nitrogen Oksida).

Meskipun bekerja saat panas, suhu pada catalytic converter tidak diperkenankan melebihi ambang batas yang telah ditentukan (sekitar 400-500 derajat celcius). Suhu komponen ini akan terjaga melalui hembusan angin yang datang akibat mobil yang berjalan. Itu sebabnya, jika mesin ber-catalytic converter dipanaskan dalam waktu lama pada kondisi idle, kenaikan suhunya akan melebihi ambang batas aman. Selanjutnya, catalytic converter membara seperti arang yang siap membakar.

Karena itu, ikutilah buku manual. Di sana tercantum keterangan bahwa jangan memanaskan mesin atau menghidupkan kendaraan dalam kondisi diam lebih dari 20 menit. Sebaiknya pula tidak berhenti dan memarkir kendaraan di atas benda yang mudah terbakar seperti rumput, dedaunan atau tumpukan kertas. Seandainya pun sedang parkir dan menunggu seseorang, jauh lebih baik bila mesin Anda matikan, kunci pintu dan keluar dari mobil.


Langkah Cemerlang Cegah Keluarga Hirup Gas Buang

Coba ingat-ingat lagi kebiasaan Anda dalam memanaskan mesin mobil. Apakah Anda melakukannya di dalam garasi? Di depan atau di sekitar rumah? Kemudian, mari kita perhatikan: selama memanaskan mesin mobil, kira-kira kemanakah gas buang beterbangan? Jangan-jangan polutan yang berbahaya bagi kesehatan ini masuk ke dalam rumah lalu terhirup Anda dan keluarga?

Memanaskan mesin mobil memang salah satu bentuk perawatan mobil. Beberapa diantara manfaatnya, dengan pemanasan kita memberi kesempatan agar mesin mendapat pelumasan secara merata. Selain membuat mesin lebih awet, pengaruh terhadap kinerja pun jelas banyak. Mesin akan lebih prima ketika mobil dijalankan dengan temperatur yang sudah naik.

Berhubung sangat pentingnya aktivitas ini, bahkan (bagi Anda yang memiliki mobil lebih dari dua misalnya), sesekali harus tetap memanaskan mesin mobil meskipun mobil tersebut tidak digunakan untuk berkendara. Tujuannya agar sistem kelistrikan tetap terawat. Terutama accu (baterai).

Kendati demikian penting, bukan berarti Anda harus mengorbankan kesehatan. Jika kurang waspada setiap kali memanaskan mesin mobil, sangat mungkin gas buang masuk ke dalam rumah dan terhirup keluarga Anda. Apalagi, polutan yang terkandung dalam gas buang yang keluar saat mesin idle jauh lebih tinggi ketimbang saat mobil melaju.

Hal itu terjadi karena ketika mesin idle (mobil diam di tempat) maka udara luar yang masuk ke ruang bakar amat terbatas. Ini akan mempengaruhi proporsi campuran bahan bakar dan udara yang sangat menentukan sempurna atau tidak sempurnanya proses pembakaran. Pembakaran yang tidak sempurna berarti kandungan racun pada gas buang yang terlepas ke udara bebas semakin besar.

Seperti kita ketahui, dalam gas buang terkandung polutan seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (Nox) dan sulfur (Sox) serta partikulat debu termasuk timbal (Pb). Polutan ini yang dapat menyebabkan kanker baik pada paru-paru maupun organ lainnya, serta gangguan pernapasan.

Karena itu, usahakan agar gas buang yang keluar dari knalpot mobil Anda tidak mengganggu kesehatan keluarga. Misalnya dengan memperhatikan hembusan angin saat memanaskan mesin mobil. Tutup pintu dan jendela dengan rapat bila arah angin mengarahkan gas buang menerabas ke dalam rumah.

Akan sangat baik lagi bila garasi mobil Anda lengkapi dengan jendela dan exhaust yang membantu gas buang terlepas ke luar rumah. Usahakan pula parkir mobil dengan posisi knalpot mengarah luar. Yang paling efektif, kemungkinan gas buang masuk ke rumah dapat juga diminimalisir dengan langsung menggunakan pipa / selang yang dihubungkan ke knalpot mobil dan diarahkan ke luar garasi.

Friday, 18 December 2009

Toyota dan Hino Produksi Truk Bersama

Purwakarta (ANTARA News) - Toyota Motor Corporation (TMC) dan Hino Motors Limited (Hino) melakukan konsolidasi dengan memproduksi truk ringan bersama-sama di pabrik PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) di Purwakarta, Jawa Barat.

"Kerjasama sebenarnya sudah dilakukan di beberapa negara untuk produksi bersama suku cadang maupun secara utuh (kendaraan). Ini merupakan join improvement kedua perusahan yang salah satunya dilakukan di Indonesia," kata Managing Director TMC, Mitsuhiro Sonoda, di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa kerjasama yang dilakukan saat ini sekaligus mengakhiri produksi truk ringan Toyota Dyna di PT Toyota Motors Manufacturing Indonesia (TMMI), karena produksinya akan dialihkan ke PT HMMI di mana Hino Dutro juga diproduksi.

Kerjasama tersebut menjadikan HMMI sebagai pabrik Hino terbesar dan yang pertama kalinya memproduksi kendaraan untuk TMC di luar Jepang. Selain itu, ia menambahkan bahwa kerjasama ini akan semakin mengoptimalkan struktur pembuatan truk dari Toyota Group di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa pemasaran akan berlaku seperti sebelumnya yaitu truk buatan HMMI akan dijual di Indonesia dengan truk Dyna dijual oleh dealer Toyota sedangkan penjualan truk Dutro dilakukan oleh dealer Hino.

"Keinginan kami dari kerjasama ini hanya lah memproduksi sebanyak mungkin untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial di Indonesia," tegas Sonoda.

Presiden Hino Motors Limited, Yoshiro Shirai mengatakan komposisi kepemilikan saham dalam kerjasama ini adalah 90 persen Hino dan 10 persen PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. Namun demikian, belum dapat diketahui berapa komposisi saham TMC sendiri dalam kerjasama tersebut, mengingat Hino Motors Limited juga merupakan bagian dari Toyota Group.

"Jadi secara tidak langsung Toyota juga memiliki Hino. Belum dihitung berapa besar komposisi saham maupun nilai investasi Toyota, Hino, maupun Indomobil," ujar dia.

President Commissioner HMMI, Toshiro Mizutani menjelaskan bahwa tidak ada pembagian produksi antara Toyota Dyna dengan Hino Dutro. Banyaknya produksi masing-masing merek hanya berdasarkan kebutuhan pemenuhan setiap dealer.

Sementara itu, President Director HMMI, Kenji Ohara mengatakan bahwa kerjasama ini secara otomatis meningkatkan produksi HMMI di tanah air dari 10.000 unit menjadi 35.000 unit per tahun. Dengan penambahan investasi total sebesar 33 juta dolar AS sejak tahun 2007 hingga penyelesaian pabrik di bulan Agustus 2009.

Produk HMMI sendiri saat ini mengusai 26 persen pangsa pasar kendaraan komersial di tanah air, ujar dia. Harapannya di tahun 2010, dengan peningkatan produksi, maka pangsa pasar produk HMMI dapat meningkat. (*)

DIUTIP DARI ANTARA
COPYRIGHT © 2009

PERANG MOBIL KECIL TOYOTA DAN VW

TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah mengakuisisi 19,9 persen saham Suzuki, Volkswagen (VW) mengajak mitra kongsinya itu untuk membuat mobil berukuran kecil dengan harga bersaing. Memang, mobil tipe itulah yang kini tengah digandrungi di berbagai negara, khususnya negara berkembang.

Terlepas dari itu semua, Osamu Suzuki Kepala Eksekutif Suzuki di Tokyo mengatakan, pihaknya bersama VW sepakat untuk memulai kerjasama produksi. Dan untuk tahap awal, mobil yang akan diproduksi kedua pihak dalam kongsi itu adalah mobil berukuran kecil.

“Kami telah bertukar pikiran dan saling mengerti keinginan masing-masing pihak. Rinciannya akan selesai Januari mendatang,” tutur Osamu seperti dikutip Reuters, Kamis (17/12).

Disebutkan, mobil yang diperkirakan dibanderol US$ 4.300 – US$ 5.400 atau Rp 40. 420. 000 – Rp 50.760.000 itu menggunakan basis Suzuki Alto. Mobil yang tahap awal akan diproduksi 70 riubu unit saja itu, akan dipasarkan di India yang saat ini dikenal sebagai pasar terbesar mobil kecil di dunia.

Sebelumnya, anak usaha Toyota di India, yaitu Toyota Kirloskar Motor, Jumat (11/12) lalu telah woro-woro akan memproduksi mobil kecil (city car) berharga murah. Toyota India bahkan menyebut, mobil yang diberi nama Entry Familiy Car (EFC) itu bakal mereka boyong ke ajang 10 th New Delhi Auto Expo, Januari 2010 mendatang.

“Mobil yang didesain dengan konsep versi sedan dan hatchback itu akan kami boyong ke ( New Delhi ) Auto Expo. Konsep ini, dating langsung dari Jepang,” tutur Sandeep Singh, Managing Director TKM, Jumat (11/12) lalu.

Proses produksi massal mobil ini direncanakan sudah siap pada Desember 2010 mendatang dan dipasarkan pada 2011. Toyota India juga menegaskan, untuk tahap awal pihaknya hanya memproduksi 70 ribu unit saja. Seperti halnya mobil yang akan diproduksi kolaborasi VW dan Suzuki, mobil Toyota itu juga akan dipasarkan di India saja.

Namun, hingga saat ini, pihak Toyota India masih belum memberikan rincian ihwal spesifikasi mesin dari mobil tersebut. Hanya sedikit bocoran, mobil yang konsepnya mengambil konsep Toyota Yaris itu kemungkinan dibanderol kurang dari US$ 11.000 atau dibawah Rp 103 juta.

Sementara beberapa kalangan menilai, keberadaan mobil itu sangat penting bagi Toyota untuk menghadang laju pabrikan asal Jerman Volkswagen yang kini membangun kongsi dengan Suzuki untuk menyerbu pasar mobil India .

Seperti diketahui, Pertengahan November lalu pabrikan mobil Jerman itu menyatakan bahwa VW Group dalam rentang Januari – September tahun ini telah memproduksi 4,4 juta unit.

Sementara produksi pesaingnya, Toyota, disebut hanya terpaut sedikit yaitu 4,0 juta unit. Seolah tak terima dengan pengumuman itu, selang sehari kemudian, Selasa (17/11) Toyota Motor Corporation (TMC) mengumumkan angka resmi produksinya secara global.

Toyota menyebut, sepanjang sembilan 2009 ini produksinya mencapai 4,9 juta unit, sementara VW 4,4 juta unit. Wah persaingan akan seru nih. Akankah mobil murah produksi keduanya masuk ke Indonesia?

ARIF ARIANTO

DIKUTIP DARI TEMPO