Tuesday, 15 September 2009

TIPS BERKENDARA

Liburan telah tiba,untuk kenyamanan ada baiknya mengikuti Tips berikut


Mengatur Barang Bawaan Juga Penting Bagi Keselamatan
Konsentrasi menjadi persyaratan penting yang turut menentukan kesigapan, kelincahan dan kecermatan kita mengendarai mobil. Jangan sampai melamun atau terlalu membagi pikiran kita ke masalah-masalah lain yang berpotensi mengalihkan konsentrasi kita dari kondisi jalan. Risikonya sangat fatal, bisa mengakibatkan kecelakaan.
Di antara sekian banyak masalah yang berpotensi mengganggu konsentrasi berkendara adalah barang bawaan. Coba saja ingat-ingat, Anda mungkin sering mengalami keadaan seperti ini: saat mau berangkat kerja atau hendak menuju ke suatu tempat, otak kita sibuk memikirkan apakah barang bawaan kita sudah lengkap, pikiran tersebut terus mengganggu kita sepanjang perjalanan sehingga konsentrasi kita mudah terganggu. Bisa juga sebuah kecelakaan terjadi hanya gara-gara alat komunikasi kita berdering dan jatuh ketika kita berusaha mengambilnya.
Karena itu, terkait dengan barang bawaan, ada beberapa poin yang harus kita perhatikan:
1. Sebelum masuk ke dalam mobil, periksa lagi barang bawaan satu persatu. Pastikan tidak ada yang ketinggalan. Jika perlu, buka lagi saku tas agar benar-benar yakin bahwa seluruh peralatan, dokumen dsb yang diperlukan telah terbawa semua.
2. Sambil menunggu mesin mobil panas, letakkan barang-barang yang mungkin diperlukan di tengah perjalanan. Misalnya, SIM, STNK, kartu parkir, uang receh, kaca mata, air minum, makanan kecil, hand phone atau alat komunikasi lainnya. Letakkan seluruhnya di tempat yang mudah dijangkau. Jangan sampai kita kerepotan ketika barang-barang itu tiba-tiba kita perlukan.
3. Bagi para pengendara wanita, gunakan kesempatan menunggu mesin panas untuk berkaca dan berdandan. Jika sedang mengendarai mobil, jangan biasakan merias diri ketika mobil sedang berhenti di lampu merah.
4. Khusus barang-barang yang sangat bernilai (misalnya laptop) letakkan di tempat yang tidak mudah dilihat dari luar. Ini sangat berguna dalam mencegah tindak kriminal di perjalanan.
5. Terkait dengan dering alat komunikasi, jangan paksakan untuk menjawab panggilan jika kondisi tidak memungkinkan. Sangat baik juga bila menggunakan hands free atau blue tooth jika memang harus berkomunikasi dalam perjalanan.
6. Setelah sampai di lokasi, jangan langsung mematikan mesin. Rapikan dulu barang-barang bawaan, baru putar kunci kontak ke posisi "OFF". Selain memberi waktu untuk mendinginkan mesin, langkah ini juga berguna dalam mencegah kemungkinan kunci tertinggal di dalam mobil akibat kita terlalu konsentrasi terhadap barang bawaan.

Mengenali Beberapa Hal Penyebab Kelelahan

Perjalanan panjang saat mudik dengan mengendarai kendaraan sendiri memerlukan kondisi fisik yang prima. Pengemudi harus berkonsentrasi sehingga dapat mengendarai kendaraan dengan tenang dan nyaman di segala situasi dan kondisi lalu lintas. Salah satu penyebab konsentrasi menurun karena terserang kelelahan. Penyebab kelelahan ada bermacam-macam, untuk itu kenalilah penyebabnya untuk dapat mengantisipasinya sebelum dan selama perjalanan.

Perhatikan posisi duduk saat mengemudi :
Jika pantat dan punggung sudah mulai panas itu tandanya posisi duduk Anda perlu dibenahi. Namun hal itu bisa diantisipasi dengan menaruh sandaran punggung atau head rest.

Posisi yang harus dihindari adalah posisi tubuh melengkung akan membuat tulang belakang lelah.
Usahakan duduk dengan posisi badan tegak, rileks dan tidak kaku.

Perhatikan sirkulasi udara dalam kabin :
Jika udara mulai terasa sumpek sehingga menyebabkan badan lesu itu karena sirkulasi udara dalam kabin tidak bagus.

Sirkulasi udara yang tidak bagus membuat material udara tidak segar. Debu dalam kabin mengganggu pernafasan dan jika terhirup cukup lama akan membuat badan lesu tak bersemangat.

Maka dari itu sebelum berangkat lakukan pembersihan agar debu tak sempat bersarang seperti di AC, interior, kabin.

Selama perjalanan sekali-sekali buka kaca jendela agar ugara segar bisa masuk.

Usahakan agar perut tidak dalam keadaan lapar :
Selama perjalanan jangan sampai perut Anda kosong karena lapar. Kondisi perut lapar dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Tubuh akan lemas / lelah alis loyo.

Bawalah bekal makanan secukupnya, jika memungkinkan bawalah bekal masakan dari rumah untuk disantap bersama keluarga di sela-sela waktu istirahat. Bawalah juga bekal makanan ringan untuk pengganjal lapar, minuman dan buah-buahan segar. Hal itu untuk mengantisipasi, bila perut lapar dan Anda masih terjebak kemacetan di jalan sehingga belum sempat berhenti makan.

Bagi Anda yang berpuasa pastikan menu sahur yang disantap cukup kandungan gizinya. Jika perlu minumlah suplemen vitamin penambah tenaga yang banyak dijual di toko dan apotik untuk menjaga stamina selama Anda berpuasa.

Jangan memaksakan diri untuk cepat sampai :
Keinginan agar cepat sampai di tujuan bertemu sanak keluarga sering membuat pengemudi lupa diri dan terus memacu kendaraannya. Sehingga badan lelah dan capek tidak dirasakan.

Jika rasa lelah mulai menyerang, usahakan luangkan waktu untuk beristirahat. Sebagai patokan beristirahatlah setiap tiga jam sekali. Carilah tempat yang nyaman dan aman. Lakukan senam ringan untuk peregangan.

Mintalah tolong kepada anggota keluarga yang lain untuk memijit bagian-bagian tubuh yang pegal misalnya pinggang, punggung, leher dan bahu untuk meredakan ketegangan otot.

Hindari kebosanan :
Rasa bosan juga dapat memicu kelelahan. Keadaan ini dapat membahayakan dan menghilangkan konsentrasi. Untuk itu jangan biarkan pengemudi terjaga seorang diri, sementara penumpang lainnya tertidur lelap.

Untuk mengusir bosan, sedapat mungkin jangan diam saja. Sesekali obrolan atau candaan ringan dapat mengusir bosan atau setel lagu yang menyenangkan.
Tips Berkendara Aman dari Tangan-Tangan Jahil
Situasi yang semakin tidak aman membuat para pengemudi harus ekstra hati-hati saat berkendara. Sebab, tidak jarang terjadi aksi penodongan atau perampasan yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab terhadap para pengendara yang lengah, dan hebatnya kerap dilakukan di tempat-tempat ramai. Oleh karena itu, ada baiknya Anda yang sering berkendara saat menuju ke suatu tempat memperhatikan tips-tips berikut :
• Sebelum meninggalkan mobil di tempat parkir,pastikan pintu mobil terkunci semua dan jendela tertutup rapat. Dan jangan lupa, meski telah dikunci, periksa lagi kendaraan Anda.
• Hal kedua adalah jangan pernah membuka kaca mobil kecuali laju kendaraan Anda cukup kencang. Sebab kaca mobil yang terbuka kerap mendorong orang yang berniat jahat untuk melakukan penodongan.
• Jangan meninggalkan barang berharga dalam mobil saat keluar, ataupun menaruh barang tersebut di tempat-tempat yang bisa terlihat dari luar mobil. Hal ini harus diperhatikan terutama untuk kalangan ibu-ibu, yang kerap menaruh HP atau tas berisi uang di atas jok ataupun dashboard. Hal ini termasuk penggunaan HP saat berkendara, terutama saat mobil berhenti di lampu merah. Selain dapat membahayakan pengendara lainnya (terutama saat melaju), HP adalah barang yang paling menarik bagi penodong untuk melancarkan aksinya.
• Yang terakhir, jangan lupa untuk membawa alat-alat pengaman yang bisa digunakan dalam keadaan darurat. Benda-benda seperti kunci roda, tang, kunci inggris, tongkat baseball dapat berguna untuk membela diri Anda seandainya suatu saat Anda terpaksa harus mempertahankan diri dari penodong. Saat berhenti di perempatan yang sering kali rawan, usahakan untuk menjaga jarak dengan kendaraan depan. Dengan demikian, saat dikepung oleh penjahat, Anda tinggal tancap gas dan meninggalkan tempat tersebut. Dan bila dikuntit orang, jangan pernah berhenti di tempat sepi karena hal itu hanya akan membahayakan keselamatan Anda sendiri.

Mengurangi Tingkat Kejahatan di Jalan

Setiap perjalanan mengandung risiko. Terlebih di kota besar, dimana kecenderungan orang untuk tidak memperhatikan nasib orang lain. Tingkat kejahatan di jalan raya sudah sangat memprihatinkan, kalau tidak dibilang mengkhawatirkan. Beragam jenis kejahatan, mulai yang ringan hingga berat, dari yang dilakukan perorangan hingga sekelompok orang, bahkan dalam suasana ramai maupun sepi.

Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut agar perjalanan anda lebih aman dan nyaman :
• Pastikan anda menggunakan sabuk pengaman, mengunci pintu dan menutup jendela.
• Hindari menaruh barang berharga pada tempat yang mudah terlihat. Usahakan untuk menyimpan di tempat yang tersembunyi dan mudah dijangkau (sekiranya diperlukan)
• Hindari penggunaan ponsel saat mengemudi. Selain mengurangi konsentrasi, terkadang emosi kita akan mengalami perubahan, sementara konsentrasi sangat dibutuhkan saat anda mengemudi.
• Jika terpaksa anda harus berhenti (baik diperempatan maupun karena kerusakan), usahakan mencari tempat yang cukup ramai.
Jangan lupa untuk selalu berdo'a .. Semoga perjalanan anda nyaman dan aman adanya.
Atasi AC Mati dengan Cairan Shampoo
Ini memang bukan tips tentang mengatasi kabin mobil yang panas ketika AC (air conditioned) tidak berfungsi dengan baik. Lebih penting lagi, isinya sangat berkaitan erat dengan situasi AC mati dan kenyamanan serta keamanan berkendara, terutama ketika kita tengah berkendara di saat turun hujan. Sebab, jika AC mobil mati ketika kita tengah berkendara di bawah guyuran hujan, biasanya kita akan terganggu oleh kemunculan embun di kaca-kaca. Sudah pasti, situasi ini sangat berbahaya karena pandangan kita menjadi tidak maksimal.
Di sinilah arti penting cairan shampoo. Kemunculan embun pada kaca-kaca mobil dapat kita cegah cukup dengan shampo rambut. Caranya mudah. Siapkan lap atau kain yang bersih. Kemudian tuangkan sedikit shampoo jenis apa saja ke kain atau lap tersebut, lalu olesi secara merata dan tipis saja ke kaca depan serta area-area yang kita gunakan untuk memantau kondisi jalan. Embun tak akan muncul karena cairan shampoo mengandung unsur kimia yang dapat menghalau uap air.
Jangan lupa untuk segera membersihkan kaca-kaca kembali. Jika tidak, kaca yang telah kita beri shampo ini mengundang debu untuk menempel dan menumpuk. Lama kelamaan akan membuat kaca-kaca mobil kusam, bahkan berjamur.
Sebenarnya, embun-embun yang muncul di kaca pada saat turun hujan karena terjadi perbedaan temperatur antara di dalam kabin mobil dan di luar. Karena AC mati sementara hujan tengah mengguyur, berarti temperatur di dalam kabin lebih panas ketimbang di luar. Itu sebabnya, maka muncul embun di sisi dalam kaca-kaca.
Ada juga kasus munculnya embun pada sisi luar kaca. Hal ini terjadi jika temperatur di luar justru lebih tinggi dari pada di dalam. Berbeda dengan kasus di atas, kemunculan embun-embun seperti ini justru terjadi pada saat AC berfungsi normal. Biasanya, temperatur AC terlalu rendah sehingga suhu kabin jauh lebih dingin dibandingkan temperatur di luar. Solusinya, cukup dengan menaikkan temperatur AC.

Bila Ban Anda Kempes
Kurangi kecepatan laju kendaraan anda secara bertahap.
Jagalah kendaraan anda tetap lurus, sambil secara perlahan bergerak ke bahu jalan yang aman.
Parkirlah di tempat yang rata dan berlandasan kuat
Matikan mesin dan nyalakan lampu darurat jika diperlukan
Tarik tuas rem parkir, dan pindahkan tuas transmisi ke posisi 'P' (untuk transmisi otomatis) atau posisi 'R' (untuk transmisi manual)
Persilakan seluruh penumpang untuk turun
Anda perlu mengetahui hal-hal berikut untuk menghindari kemungkinan terjadinya cedera diri :
Jangan sekali-kali masuk ke kolong kendaraan yang hanya ditopang dengan dongkrak saja. Sebaiknya anda gunakan alat pengaman tambahan.
Jangan menghidupkan mesin selama kendaraan anda ditopang dengan dongkrak
Ganjal roda bagian sisi melintang diagonal dari roda yang diangkat.
Pastikan untuk meletakkan posisi dongkrak dengan tepat, untuk menghindari kerusakan bagian kendaraan anda.
Jangan mulai mendongkrak, jika masih ada orang di dalam kendaraan anda.
Angkat kendaraan hanya secukupnya, kira-kira cukup untuk penggantian ban saja

1-Ambillah peralatan yang dibutuhkan beserta ban cadangannya :
Dongkrak
Kantong peralatan
Sambungan tangkai pemutar dongkrak di bawah jok tengah
Ban cadangan
Dongkrak ditempatkan khusus, untuk menghindari kemungkinan terlempar pada saat terjadi kecelakaan.
Putar persambungan dongkrak dengan tangan. Untuk melepaskan : putar berlawanan dengan arah jarum jam.
Untuk menyimpan : putar persambungan dongkrak pada arah 2 sampai dongkrak terikat dengan aman untuk untuk mencegahnya terlempar ke depan pada saat terjadi tabrakan atau pengereman mendadak.
Untuk melepaskan ban cadangan : masukkan ujung sambungan handle dongkrak ke dalam sekrup penurun ban dan putarlah berlawanan putaran jarum jam

2-Setelah ban turun dengan sempurna di atas tanah, lepaskanlah braket pengikatnya
Saat Anda menyimpannya kembali, letakkan ban cadangan dengan bagian luar menghadap ke atas . Saat ditarik ke atas, posisi ban harus lurus ke atas tanpa tersangkut komponen lain, agar ban tidak terlempar saat terjadi kecelakaan.
Ganjal roda pada arah diagonal dari ban yang kempes, untuk menghindari kendaraan menggelinding saat didongkrak.
Pada saat mengganjal ban, letakkan ganjal dari depan untuk roda depan, atau dari belakang untuk roda belakang
3- Melepas ornamen roda
Ungkit dengan menggunakan ujung yang pipih pada alat pembuka ornamen (ujung yang berlawanan dengan kunci roda). Jangan mencoba menarik ornamen dengan tangan, karena dapat mengakibatkan luka pada diri anda.
4- Kendorkan semua mur roda
Sebelum mendongkrak kendaraan, kendorkan seluruh mur roda, dengan memutar mur berlawanan dengan arah jarum jam.
Untuk mendapat tekanan yang maksimal, letakkan handle di sebelah kanan. Peganglah kunci di dekat ujung handle dan tariklah handel ke atas. Berhati-hatilah agar kunci tidak terlepas dari mur.
Kendorkan mur dengan satu setengah putaran, dan biarkan mur menempel pada tempatnya.
5- Tempatkan dongkrak pada titik pendongkrakan
Perhatikan posisi alat dongkrak. Titik pendongkrakan belakang berada di bawah rumah axle belakang (di dekat gantungan pegas daun). Pastikan bahwa dongkrak bertumpu pada tempat yang datar dan keras, untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan.
6- Setelah memastikan tidak ada lagi penumpang yang berada dalam kendaraan, angkatlah kendaraan secukupnya sehingga ban cadangan dapat dipasang
Posisi memasang ban cadangan, anda perlu mengangkat lebih tinggi dibandingkan dengan saat anda melepas ban yang kempes.Untuk mengangkat kendaraan, masukkan sambungan handel dongkrak ke dalam dongkrak, kemudian putar searah jarum jam dengan handel. Saat dongkrak menyentuh kendaraan dan mulai mengangkatnya, periksa kembali apakah posisinya sudah benar.
PERHATIAN
Jangan sesekali masuk ke kolong kendaraan, jika kendaraan hanya ditopang dengan dongkrak saja.
7- Lepas Mur Roda dan Ganti Ban
Angkat ban yang kempes lurus ke atas dan tariklah menyamping.
Gelindingkan roda cadangan ke posisinya dan tepatkan lubang pada roda dengan baut-baut roda. Angkat roda dan masukkan sekurang-kurangnya baut yang paling atas terlebih dahulu. Gerakkan roda dan tekan terhadap baut yang lainnya.
Sebelum memasang roda, bersihkan karat yang menempel pada permukaan pemasangan dengan sikat kawat atau sejenisnya. Pemasangan roda tanpa kontak metal dengan metal secara baik di permukaan pemasangannya dapat berakibat mengendurnya mur roda dan bahkan dapat menyebabkan roda terlepas pada saat kendaraan sedang meluncur.
Untuk itu setelah jarak tempuh sekitar 1.600 km pertama, cek kembali bahwa mur roda kencang.
8- Pasang Kembali Semua Mur
Pasang kembali mur roda (bagian yang tirus menghadap ke dalam) dan kencangkanlah semuanya sekuat tangan anda. Dorong roda ke dalam dan kencangkan kembali mur-mur tersebut.
9- Turunkan Kendaraan dan Kencangkan Mur
Untuk menurunkan kendaraan, putar sambungan handle dongkrak berlawanan arah jarum jam dengan handle sambil memastikan agar handle tetap terikat pada sambungan handle dongkrak.
Gunakan hanya kunci mur roda saja untuk mengencangkan. Jangan menggunakan alat lain atau sambungan tambahan, selain tangan anda (misalnya palu, pipa ataupun kaki anda). Pastikan bahwa kunci roda terkait dengan sempurna pada mur roda.
Kencangkan mur roda sedikit demi sedikit dengan urutan seperti pada gambar. Ulangi prosesnya sampai semua mur kencang.
PERHATIAN
Saat menurunkan kendaraan, pastikan seluruh bagian tubuh anda dan orang lain yang berada di sekitarnya tidak terluka saat kendaraan diturunkan dengan dongkrak.
10- Pasangkan Kembali Dop (Ornamen) Roda
Pasang ornamen roda pada posisinya dan pukullah sedikit dengan sisi atau tumit tangan anda, agar masuk pada tempatnya.
PERHATIAN
Berhati-hatilah dalam mengangai dop roda untuk mencegah terjadinya luka yang tidak diinginkan

No comments:

Post a Comment