Thursday, 3 December 2009

BERKENDARA AMAN SAAT HUJAN

Hujan Lagi, Ayo Periksa Mobil Agar Berkendara Tetap Aman
Di beberapa tempat hujan sudah mulai sering mengguyur jalan. Ada beberapa hal yang membedakan cara berkendara di kondisi basah dan kering. Misalnya saja wiper. Musim hujan adalah saat pembasuh kaca ini bekerja keras, sehingga harus kita pastikan dapat berfungsi dengan baik. Defogger, lampu besar juga akan banyak dipergunakan agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Apa saja yang harus kita persiapkan? Berikut ini daftarnya beserta cara berkendara di musim hujan:
1. Wiper
Pastikan wiper bekerja dengan prima. Baik motor, karet wiper maupun air washer dapat menyapu kaca sehingga air hujan tidak menghalangi pandangan. Motor wiper mungkin saja macet, karet-karet wiper juga mungkin sudah keras sehingga kurang bagus saat menyapu kaca. Begitu juga dengan air wiper, bisa saja kering dan semprotannya tidak pas mengenai sasaran. Untuk semprotan air wiper yang kurang tepat, sebaiknya lakukan penyetelan.
2. Lampu-lampu
Komponen ini juga amat penting jika berkendara di saat hujan turun. Selain untuk menyorot kondisi jalan, sinar dari lampu-lampu mobil Anda sangat membantu pengendara lain melihat posisi kendaraan Anda saat melintas. Periksa apakah lampu kecil dan lampu besar dapat menyala. Akan lebih baik juga seandainya mobil Anda dilengkapi dengan lampu kabut yang sinarnya mampu menembus gelap yang menyelimuti jalan. Jangan gunakan lampu hazard ketika hujan lebat, gunakan lampu hazard hanya pada saat berhenti dalam kondisi darurat.
3. Defogger
Penglihatan melalui spion dalam juga bisa terganggu jika kaca belakang mobil berembun. Untuk menghilangkannya Anda dapat menghangatkan kaca belakang dengan mengaktifkan defogger. Karena itu periksa apakah defogger dapat bekerja dengan baik. Caranya, aktifkan switch defogger, jika kaca belakang terasa hangat berarti perangkat ini masih bekerja dengan baik.
4. Permukaan ban
Pengendalian roda saat hujan turun jauh lebih sulit dibandingkan dengan ketika permukaan jalan kering. Apalagi jika kembang roda sudah dalam kondisi kurang bagus. Periksa apakah permukaan ban sudah gundul dan ganti jika kembang ban sudah kurang dari 1 milimeter. Dan jika hujan, cara termudah untuk menghindari efek hidroplanning (ban kehilangan traksi saat basah) adalah dengan berkendara di bawah 60km/jam.
5. Karet-karet pintu
Periksa dari kemungkinan bocor, dan ganti jika kondisinya memang sudah tidak bagus lagi. Karet-karet pintu yang bocor bisa mengakibatkan air hujan merembes masuk ke dalam kabin yang tentu saja akan sangat mengganggu kenyamanan berkendara.
6. Hindari daerah rawan banjir
Daerah-daerah banjir tentu sudah bisa kita kenali. Sebisa mungkin usahakan menghindari jalur-jalur yang sering tergenang banjir jika hujan turun. Bukan hanya untuk mencegah kendaraan kita terendam banjir, pengenalan daerah banjir juga berguna agar kita terhindar dari macet berkepanjangan.
7. Segera bilas dengan air bersih
Air hujan mengandung asam dan sangat kurang baik bagi perawatan cat maupun body mobil. Kami sarankan, segera bilas mobil dengan air bersih.

Jika Terendam Banjir Saat Parkir
Banjir yang terjadi tidak hanya “memakan” mobil-mobil yang tengah melaju di jalan raya. Mobil yang tengah diparkir pun musti waspada efek buruk banjir. Salah satu kasus yang sering terjadi adalah rem tangan macet (mengunci).

Gejalanya, ketika rem tangan dibebaskan ternyata roda masih terjepit. Mobil pun sulit bergerak. Jika kendaraan dipaksa untuk maju maupun mundur, roda terasa sangat berat. Bahkan roda terasa tidak bisa berputar.

Jika mengalami kejadian seperti ini, penanganannya sederhana saja. Bebaskan tuas rem tangan dan coba paksakan supaya kendaraan bergerak maju maupun mundur. Bila gangguannya tidak terlalu berat, mestinya roda akan terbebas. Dan biasanya, terdengar bunyi hentakan yang cukup keras seperti bunyi “dak”. Bunyi ini berasal dari roda belakang, tepatnya dari dalam tromol rem akibat kampas sepatu rem yang dipaksa terbebas dari tromol.

Namun, jika bunyi hentakan itu tidak kunjung terdengar dan roda tetap tidak bisa berputar, hentikan langkah di atas. Berarti kasus rem tangan lengket di mobil Anda harus diatasi dengan cara membongkar. Angkat dan buka kedua roda belakang, lalu perhatikan tromol rem. Dalam kondisi tuas rem dibebaskan, tromol rem tidak bisa berputar (seharusnya tromol dalam kondisi terbebas). Ini menunjukkan posisi kampas rem belakang lengket dengan tromolnya.

Cara mengatasi kampas yang lengket adalah dengan memberikan getaran (hentakan) pada permukaan tromol. Ini dapat dilakukan dengan memukul tromol rem dengan palu. Tujuannya supaya daya rekat kampas rem berkurang, sehingga lama kelamaan kampas rem akan terbebas.

Apabila tromol rem sudah terbebas, jangan lupa pula untuk melihat kondisi sepatu rem. Kondisi sepatu rem yang masih laik pakai bisa diketahui dari ketebalan kampas yang minimal 1 milimeter. Daya rekat kampas terhadap rem juga terasa masih kuat. Jika kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi, ganti sepatu rem dengan yang baru. Dalam beberapa hal kasus, putaran roda yang terasa berat juga memang dipicu oleh sepatu rem yang terlepas dari dudukannya.

Pada umumnya, rem tangan lengket terjadi karena ada air masuk ke permukaan tromol. Baik karena melibas genangan maupun karena kendaraan memang terendam banjir. Efek air masuk ini makin buruk jika kendaraan langsung diparkir dan rem tangan diaktifkan. Sebab, sepatu rem yang mengering dalam keadaan aktif (menjepit), biasanya akan tetap menempel dengan tromol (lengket). Inilah yang memicu ban macet meskipun rem tangan dibebaskan.

Untuk menghindari kasus seperti ini, sebaiknya jika hendak parkir dalam waktu berhari-hari, pastikan permukaan rem kering. Atau jika tidak memungkinkan, jangan menggunakan rem tangan. Cukup dengan memarkir mobil dalam kondisi gigi persneleng masuk gigi (pada kendaraan menggunakan transmisi otomatis cukup dengan memindahkan tonggak pada posisi P).

Cegah Bintik-Bintik di Body Mobil
Belakangan ini air hujan mulai mengguyur jalan-jalan. Ini berarti kita musti lebih sering memperhatikan dampak air hujan terhadap mobil. Khususnya, cat pada body mobil. Perlakuan yang keliru bisa berdampak pada keindahan cat. Salah satu yang kami sarankan, segeralah membilas mobil setelah berkendara di bawah guyuran hujan!
Seperti kita ketahui, air hujan yang mengguyur mobil dan tidak kita bersihkan hingga mengering akan sangat mungkin memunculkan noda berbentuk lingkaran kecil-kecil di permukaan cat. Inilah yang disebut water spot.
Pada kebanyakan jenis air, apalagi di kawasan kota pinggir pantai, potensi kemunculan water spot akan lebih besar mengingat tingginya kandungan mineral tertentu pada air tersebut. Kandungan kalsium dan metal, misalnya. Ancaman water spot akan lebih gawat bila air hujan terpolusi oleh kandungan asam cukup tinggi.
Akan lebih baik lagi bila mencucinya dengan menggunakan air hangat. Bersihkan secara merata mulai dari body bagian bawah, engsel hingga ke bagian tepi-tepinya. Lalu cuci mobil dengan menggunakan shampo khusus berbusa rendah, kemudian bilas kembali dan mengelapnya hingga benar-benar tuntas. Hindari mencuci body dengan shampo berbusa tinggi.
Perlu juga diperhatikan mengenai pemoles mobil. Banyak pengendara yang berusaha merawat cat dengan memoles body mobil berbahan lilin (wax). Yang jelas, jangan terlalu sering menggunakan pemoles semacam ini. Sebab, lama kelamaan obat poles ini malah akan memudarkan dan mengikis cat mobil itu sendiri.
Untuk menghindari hal tersebut, sedapat mungkin hindari produk yang mengandung silikon (amonia silica). Obat poles dengan kandungan kimia yang dominan justru bisa merusak cat mobil. karena bersifat abrasif atau mengikis. Kedua bahan tersebut juga sulit diurai oleh tanah dan air sehingga tidak ramah lingkungan.
Ada baiknya memilih pemoles berbahan resin yang punya kandungan polimer. Kandungan ini berfungsi ganda dan cukup efektif. Selain memberi perlindungan ekstra terhadap partikel yang merusak cat, juga bisa membuat lebih mengkilap.

Jangan Paksa Stater Jika Mesin Mati Mendadak
Pernah melihat semburan air yang memaksa keluar ketika ujung selang yang tengah dialiri air dipampet? Kira-kira, begitulah yang akan terjadi jika Anda memaksa men-stater mobil yang mesinnya kemasukkan air. Jangan main-main. Bila terus dipaksakan, akan terjadi water hammer, yaitu pukulan keras pada ruang bakar yang mengakibatkan kerusakan pada mesin. Misalnya, batang piston bengkok, bahkan piston bisa mengalami pecah.
Sayangnya, banyak pengendara yang melakukan hal seperti di atas ketika tiba-tiba mesin mobilnya mati setelah melibas genangan. Saat banjir tahun lalu, AstraWorld menemukan kasus mobil yang mesinnya rusak sehingga harus di-overhoul (turun mesin).
Kasus di atas menjadi pengalaman berharga. Jika mobil mati setelah melibas genangan jangan paksa men-stater. Kami sarankan untuk melakukan langkah-langkah sederhana namun aman seperti berikut ini:
1. Periksa saringan udara dari kemungkinan basah atau terendam air. Jika terbukti basah, copot saja untuk sementara.
2. Buka stick oli dan lihat apakah warnanya berubah kecoklat-coklatan. Jika ya, berarti oli mesin sudah kemasukkan air, sebaiknya jangan hidupkan mobil sama sekali dan bawa saja ke bengkel. Silakan hubungi CALL AstraWorld di (021) 653 10 000 untuk mendapatkan bantuan darurat. Jika warnanya masih ok, lanjutkan dengan pemeriksaan berikut.
3. Buka semua busi untuk memastikan apakah di dalam silinder terdapat air atau tidak. Untuk mengeringkannya, Anda dapat men-stater berulang-ulang sampai tidak ada lagi air yang keluar lubang tempat busi.
4. Keringkan sistem pengapian dengan lap atau tisu. Misalnya, kabel busi, busi, maupun tutup distributor ((bagi yg masih memakai distributor seperti Toyota Starlet, Kijang di bawah tahun 2003, atau Daihatsu Taruna, dll).
5.Setelah langkah-langkah itu, pasang kembali busi beserta komponen-komponen yang tadi Anda bersihkan. Lalu coba hidupkan mesin dengan men-stater.
Seharusnya mesin dapat hidup seperti semula dan terhindar dari ancaman rusak. Sebab, kerusakan mesin seperti kasus di atas sebenarnya terjadi karena water hammer yang dipicu karena tersedotnya air melalui saringan udara kemudian masuk dan mengalir hingga ke silinder mesin.
Silinder mesin adalah tempat terjadinya kompresi bahan bakar dan udara saat mesin di-stater. Masalah akan timbul ketika yang masuk melalui saringan udara adalah air. Sebab, air tidak menghasilkan pembakaran ketika kompresi berlangsung. Bukan hanya tidak menghasilkan pembakaran, secara teknik perbedaan kompresi pada air jauh lebih tinggi dibandingkan bahan bakar. Tekanan itulah yang mengakibatkan batang piston bengkok, bahkan piston pecah. Makanya, jangan paksakan men-stater jika mesin mati setelah melibas genangan.


Musim Hujan, Simpan Payung di Dalam Mobil
Anda pernah kehujanan, kemudian flu dan sakit kepala? Itulah sebabnya, demi menjaga kesehatan sangat disarankan agar sebaiknya tubuh kita terlindungi dari air hujan. Gunakanlah payung jika terpaksa harus melintas saat rintik-rintik air jatuh dari langit.
Karena dampak buruk hujan bagi kesehatan, sungguh masuk akal jika di masyarakat kita berkembang pepatah sangat terkenal yang berbunyi "sedia payung sebelum hujan". Dalam arti yang luas, pepatah ini sebenarnya juga mengingatkan kita agar lebih preventif menghadapi kondisi yang mungkin muncul suatu saat dan tanpa diduga-duga. Dengan persiapan matang, segala yang kita rencanakan dapat berjalan dengan lebih mulus.
Lalu, apa hubungannya antara hujan, pepatah di atas dan saran-saran seputar berkendara yang biasa AstraWorld kirimkan ke para pelanggan e-newsletter tips and tricks astraworld.com?
Bila pada dua edisi sebelumnya AstraWorld mengulas persiapan-persiapan berkendara di musim hujan serta hubungan musim hujan dan perawatan mobil bertransmisi matik, ada satu hal sederhana yang tidak kalah penting. Di artikel ini AstraWorld sekadar ingin mengingatkan Anda untuk memeriksa kembali bagasi atau bagian belakang kabin mobil Anda:
Apakah tersedia payung di sana? Jangan-jangan, mobil Anda belum dilengkapi dengan payung? Atau, payung yang biasanya tersimpan rapi kini entah berada di mana.
Bukan apa-apa, kendati banyak orang sudah memahami pentingnya payung, perlengkapan yang satu ini sering kali tidak ada di tempat pada saat dibutuhkan. Barang yang sebenarnya tidak terlalu mahal namun sangat perlu saat musim hujan ini memang mudah hilang. Dan pengendara baru menyadari bahwa mobilnya tidak dilengkapi payung ketika hendak keluar mobil tapi hujan tengah turun.
Karena itu, periksalah bagasi atau kabin belakang mobil Anda, apakah sudah tersedia payung di sana.

Lampu Hazard Bukan Tanda Berkendara Saat Hujat Lebat
Tidak sedikit pengendara yang masih menghidupkan lampu hazard saat berkendara di bawah guyuran hujan lebat. Dengan menyalakan lampu kuning yang berkedip tersebut mereka bermaksud memberi sinyal / tanda kepada para pengendara lain agar dapat melihat atau mengetahui keberadaan mereka di jalan raya.

Maksud memberi sinyal kepada pengendara lain memang baik-baik saja. Tapi masalah akan sangat terasa ketika kendaraan melintas di persimpangan. Bisa dibayangkan betapa bingungnya pengendara lain saat di persimpangan bertemu dengan kendaraan yang keempat sign di sisi kiri kanan dan depan belakang berkedip berbarengan.

Jika berkendara di bawah guyuran hujan, bukan lampu hazard yang seharusnya dinyalakan. Cukup nyalakan lampu kecil saja agar pengendara lain dapat mengetahui dan melihat keberadaan mobil kita. Atau, jika hujan memang sangat deras bisa menyalakan lampu besar atau lampu kabut.

Dilihat dari fungsinya, lampu hazard memang untuk tujuan yang lain. Lampu hazard kita nyalakan sebagai isyarat bahwa kendaraan kita dalam kondisi darurat. Tetapi bukan saat mobil melaju. Kita bisa menyalakan lampu hazard ketika mobil dalam kondisi darurat di pinggir jalan. Misalnya, saat mengalami mogok atau tengah mengganti ban, dsb.

Jadi, sudah saatnya menghilangkan kebiasaan menyalakan lampu hazard saat berkendara di hujan lebat.

Atasi AC Mati dengan Cairan Shampoo
Ini memang bukan tips tentang mengatasi kabin mobil yang panas ketika AC (air conditioned) tidak berfungsi dengan baik. Lebih penting lagi, isinya sangat berkaitan erat dengan situasi AC mati dan kenyamanan serta keamanan berkendara, terutama ketika kita tengah berkendara di saat turun hujan. Sebab, jika AC mobil mati ketika kita tengah berkendara di bawah guyuran hujan, biasanya kita akan terganggu oleh kemunculan embun di kaca-kaca. Sudah pasti, situasi ini sangat berbahaya karena pandangan kita menjadi tidak maksimal.

Di sinilah arti penting cairan shampoo. Kemunculan embun pada kaca-kaca mobil dapat kita cegah cukup dengan shampo rambut. Caranya mudah. Siapkan lap atau kain yang bersih. Kemudian tuangkan sedikit shampoo jenis apa saja ke kain atau lap tersebut, lalu olesi secara merata dan tipis saja ke kaca depan serta area-area yang kita gunakan untuk memantau kondisi jalan. Embun tak akan muncul karena cairan shampoo mengandung unsur kimia yang dapat menghalau uap air.

Jangan lupa untuk segera membersihkan kaca-kaca kembali. Jika tidak, kaca yang telah kita beri shampo ini mengundang debu untuk menempel dan menumpuk. Lama kelamaan akan membuat kaca-kaca mobil kusam, bahkan berjamur.

Sebenarnya, embun-embun yang muncul di kaca pada saat turun hujan karena terjadi perbedaan temperatur antara di dalam kabin mobil dan di luar. Karena AC mati sementara hujan tengah mengguyur, berarti temperatur di dalam kabin lebih panas ketimbang di luar. Itu sebabnya, maka muncul embun di sisi dalam kaca-kaca.

Ada juga kasus munculnya embun pada sisi luar kaca. Hal ini terjadi jika temperatur di luar justru lebih tinggi dari pada di dalam. Berbeda dengan kasus di atas, kemunculan embun-embun seperti ini justru terjadi pada saat AC berfungsi normal. Biasanya, temperatur AC terlalu rendah sehingga suhu kabin jauh lebih dingin dibandingkan temperatur di luar. Solusinya, cukup dengan menaikkan temperatur AC.

No comments:

Post a Comment