Thursday, 3 December 2009

CRUISE CONTROL SYSTEM

CRUISE CONTROL SYSTEM
CCS (Cruise Control System) secara otomatis mengatur sudut buka katup throttle untuk berada pada kecepatan yang telah ditentukan pengemudi. Jadi, pengemudi tidak harus selalu menginjak pedal gas.
Dengan CCS pengemudi tetap bisa berada pada kecepatan yang ditentukannya bahkan dalam tanjakan maupun turunan.
Sistem ini membantu pengemudi bila berada di jalan tol atau jalan antar kota yang panjang tanpa harus beristirahat cukup lama.
Jadi, pengemudi bisa santai dan mengendarai dengan nyaman.
Beberapa model memiliki fungsi yang secara otomatis mengatur jarak antar kendaraan.
FUNGSI CCS
1. Bagaimana menggunakan cruise control
CCS dijalankan dengan switch utama, switch kontrol, pedal gas dan pedal rem. Desain dari switch kontrol bervariasi tergantung dari model.
Switch-switch kontrol memiliki 5 mode operasi: set, coast, resume, accelerate, dan cancel.
2. Pengaturan CCS pada kecepatan yang diinginkan
(1) Tekan dan lepas switch utama (terletak di ujung tuas cruise control). Lampu indikator tenaganya akan menyala.
(2) Tekan pedal gas hingga mencapai kecepatan yang diinginkan (antara kira-kira 40 km/h (25 mph) dan 200 km/h (124 mph))
(3) Dorong tuas cruise control ke bawah dan lepaskan; ini akan merubah ke SET/COAST pada switch kontrol.
Kecepatan mobil pada saat tuas dilepaskan akan tersimpan dalam cruise control. Memori ECU dan kecepatan mobil untuk cruise control telah diatur. Kecepatan kendaraan ini tersimpan dalam memori yang bernama set speed.

3. Kecepatan berdasarkan CCS
(1) Mengatur kembali ke kecepatan lebih tinggi:
Ada dua metode: yang menggunakan (switch) kontrol dan yang menggunakan pedal gas.
Menggunakan (switch) kontrol:
Dorong (switch) kontrol ke atas pada posisi RES/ECC sampai kecepatan mencapai yang diinginkan.
Lepaskan switch jika kecepatan sudah mencapai kecepatan yang diinginkan.
Menggunakan pedal gas (cara yang lebih cepat):
Tekan pedal gas sampai batas kecepatan yang diinginkan:
Dorong switch kontrol ke bawah (ke SET/COAST) dan lepaskan jika kecepatan sudah mencapai yang diinginkan.
(2) Mengatur kembali ke kecepatan lebih rendah:
Ada dua metode: yang menggunakan (switch) kontrol dan yang menggunakan pedal rem.
Menggunakan (switch) kontrol:
Dorong (switch) kontrol ke bawah ke SET/COAST sampai mencapai keinginan yang diinginkan.
Lepaskan (switch) kontrol jika sudah mencapai kecepatan yang diinginkan.
Menggunakan pedal rem (cara yang lebih cepat):
Tekan pedal gas hingga mencapai kecepatan yang diinginkan.
Dorong (switch) kontrol ke bawah (ke SET/COAST) dan lepaskan jika sudah mencapai kecepatan yang diinginkan.
4. Membatalkan fungsi CCS
CCS akan otomatis berhenti jika salah satu operasi ini dijalankan. Metode pembatalan 1 sampai 4 dinamakan pembatalan manual. Pembatalan manual dilakukan oleh pengemudi.
Untuk kondisi pada 5 dan 6 , pembatalan diatur otomatis oleh cruise control ECU yang tergantung pada kondisi mengemudi.


5. Fungsi pemulihan kecepatan
Menghidupkan RES/ACC [switch] akan memulihkan kembali setelan kecepatan yang ditunda sementara dengan salah satu metode yang disebutkan di sebelah kiri (No. 1,2 ,3 , or4 ) selama kecepatan kendaraan tidak berkurang di bawah 40 km/h [25 mph].
Catatan, betapa pun memutar switch menjadi off , atau dalam kasus No.5 or 6 akan membuat penundaan setelan kecepatan.
Bila pengemudi hendak meringkaskan kerja CCS , harus me-reset kembali kecepatan yang dikehendaki dalam memori dengan memutar kembali switch utama dan mengulang kembali setting operation seperti disebutkan di atas.
6. Control CCS
Ada dua tipe CCS, tipe cruise control ECU dan tipe ETCS-i (Electronic Throttle Control System-intelligent) Penjelasan dalam pelatihan materi ini berdasarkan tipe cruise control ECU .
Komponen CCS
CCS terdiri dari komponen berikut:
(1) Cruise control ECU
(2) Aktuator cruise control
(3) Switch Cruise control (Utama dan kontrol)
(4) Sensor kecepatan kendaraan
(5) Switch lampu rem
(6) Neutral start switch (A/T models)
(7) Switch kopling (model M/T)
(8) Lampu indikator power
(9) DLC3
Tipe kontrol ETCS-i
Tipe kontrol ETCS-1 mempunyai ECU mesin sebagai ganti cruise control ECU dan kontrol motor pedal gas sebagai ganti aktuator cruise control.

1. ECU cruise control
ECU menerima sinyal dari sensor kecepatan kendaraan dan berbagai switch, memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan sebelumnya.
Berdasarkan sinyal ini ECU mengirim sinyal ke aktuator.
Ia juga mempunyai sirkuit spesial yang membuat teknisi bisa mengatur sistem diagnosis dan mengecek bekerjanya masukan dan keluaran sinyal , memakai tenaga lampu indikator pada meter kombinasi.
2. Aktuator cruise control
Aktuator berperan penting dalam CCS.
Aktuator terdiri dari motor, magnetic clutch, dan potensiometer.
Sesuai dengan perintah dari ECU cruise control, aktuator menambah dan mengurangi bukaan katup gas.
3. Switch utama dan switch kontrol
(1) Switch utama
Switch utama adalah switch tenaga utama untuk CCS. Ia adalah switch tombol tekan (push-button) dan catu daya (power supply) ke sistem yang menghidupkan dan mematikan setiap switch yang ditekan ke switch utama.
PETUNJUK:
Pada beberapa model mematikan switch pengapian berarti mematikan switch utama. Meskipun bila switch pengapian dihidupkan lagi, switch utama tetap mati.
(2) Switch-switch kontrol
Switch kontrol berada di batang tuas, ia mengontrol 5 fungsi yang berbeda-beda (SET, COAST, RESUME, ACCELERATE, CANCEL) bila kendaraan dijalankan dengan memakai cruise control model SET and COAST berada di satu switch dan model RESUME serta ACCEL berada pada switch lainnya.
Switch berfungsi bila dioperasikan dengan arah tanda panah (1),(2) dan (3) dan menjadi tidak berfungsi bila dilepas.
Switchnya adalah tipe switch otomatis.
4. Sensor kecepatan
(1) Umum,Fungsi sensor kecepatan untuk menjaga agar ECU cruise control menginformasikan arus kecepatan kendaraan. Saat kecepatan kendaraan naik, sensor kecepatan berputar lebih cepat dan frekuensi sinyal kecepatan menjadi lebih tinggi. Saat kendaraan kembali lambat , frekuensi sinyal kembali lebih rendah.
Jadi sensor kecepatan menaikkan atau menurunkan sinyal kecepatan kendaraan.
(2) Cara kerja
Sensor kecepatan meneruskan deteksi sinyal dari transmisi ke ECU cruise control via meter kombinasi.Saat ini umumnya kendaraan menggunakan sistem yang menerima sinyal kendaraan dari sensor kecepatan via ECU ABS dan meter kombinasi..
5. Switch pembatalan (Cancellation)
Switch pembatalan terdiri dari switch kontrol, switch kopling, switch start netral, dan switch lampu rem..
Bila salah satu switch ini hidup, maka cruise control untuk sementara tidak berfungsi.
Kontrol kecepatan yang sudah di set, disimpan dalam memori ECU cruise control sepanjang kecepatan kendaraan diatas 40 km/h [25 mph].
Jadi setting terakhir kecepatan selalu disimpan kembali secara otomatis bila switch resume dihidupkan.
PETUNJUK:
Tipe kontrol ETCS-i
ECU mesin
ECU mesin pada dasarnya adalah kontrol mesin, tetapi dalam kendaraan dengan ETCS-i, karena sudut bukaan katup gas bisa dikontrol secara elektris, tipe ini dalam kendaraan bisa mempunyai fungsi seperti cruise control ECU.
ECU mesin berperan sebagai CCS dengan cara yang sama, seperti yang dilakukan oleh cruise control ECU.
Throttle control motor
Untuk kendaraan yang memakai ETCS-i, throttle control motor mengatur sudut bukaan katup throttle sesuai dengan sinyal dari ECU mesin.
Throttle control motor berperan sebagai CCS dengan cara yang sama seperti yang dilakukan aktuator cruise control..
Cara Kerja ECU Cruise Control
1. Fungsi penyetelan.Apabila fungsi penyetelan diaktifkan dengan mendorong turun tuas SET/COAST, pengaturan dan pembebasannya saat kendaraan dipacu dalam kontrol kecepatan antara 40 km/jam - 200 km/jam ( 25 mph-124 mph) , cruise control akan menyimpan data kecepatan tersebut dalam memorinya, dan menjaganya tetap dalam kecepatan tersebut.
2. Fungsi kecepatan konstan
ECU cruise control membandingkan kecepatan sebenarnya yang sedang berlangsung dengan setelan kecepatan . Bila kendaraan berjalan lebih cepat dari kecepatan yang sudah disetel , cruise control akan mengaktifkan aktuator, membuat bukaan throttle yang tepat dengan menutup kelebihan bukaannya. Bila kendaraan berjalan lebih lambat dari setelan kecepatan ECU cruise control juga berbuat hal yang sepadan (membuka throttle) untuk mencocokkan kecepatan dengan yang sudah disetel..
3. Fungsi Coast
Bila fungsi ini diaktifkan dengan mendorong turun tuas ke SET/COAST, pengaturan dan pengendalian kecepatan luncurnya pada saat cruise control diberlakukan, aktuator akan menutup throttle untuk mengurangi kecepatan meluncurnya kendaraan.
ECU cruise control menyimpan data kecepatan kendaraan dalam memorinya bila tuas dilepaskan. Dan setelah itu cruise control menjaganya agar tetap dalam kecepatan tersebut..
4. Fungsi akselerasi
Bila fungsi akselerasi dinyalakan dengan mendorong tuas ke RES/ACC pengaturan dan pengendaliannya pada saat itu, aktuator akan membuka throttle untuk mencapai percepatan/akselerasi kendaraan .
ECU cruise control menyimpan data kecepatan kendaraan tersebut bila tuas dilepaskan.
Setelah itu ECU cruise control akan menjaga kendaraan tetap dalam kecepatan tersebut.
5. Fungsi resume
Setelah cruise control dimatikan secara manual, penyetelan kecepatan bisa dikembalikan dengan mendorong ke atas tuas ke RES/ACC, agar kecepatan kendaraan tidak menurun hingga di bawah 40 km/jam (25 mph) .
Setelan kecepatan tidak bisa dikembalikan bila kecepatan kendaraan di bawah batas, karena data kecepatan yang disimpan dalam memori telah terhapus.
6. Kontrol batas kecepatan yang lebih rendah
Batas kecepatan rendah adalah dimana cruise control bisa disetel yaitu kurang lebih 40 km/jam ( 25mph).
Cruise control tidak bisa diaktifkan di bawah batas kecepatan ini. Bila kendaraan melaju dengan kecepatan itu saat cruise control aktif maka cruise control akan berhenti secara otomatis dan data yang tersimpan di memorinya terhapus.
7. Kontrol batas kecepatan yang lebih tinggi
Batas kecepatan tinggi dimana cruise control bisa disetel adalah sekitar 200 km/jam (124 mph). Cruise control tidak bisa disetel di atas kecepatan tersebut, dan kecepatan kendaraan tidak bisa dipacu di atas kecepatan tersebut dengan mengoperasikan switch CANCEL.
PETUNJUK: Kontrol kecepatan ini hanya untuk kendaraan yang dipacu dalam kecepatan maksimal 200 km/h [124 mph].
8. Fungsi Pembatalan Manual
Apabila ada tanda/sinyal yang diberikan ke cruise control ECU saat kendaraan dipacu dengan cruise control, maka cruise control akan mati. Cruise control akan mati oleh kerja magnetic clutch yang ada dalam aktuator.
(1) CANCEL switch "on" signal (saklar kontrol ditekan)
(2) Stop light switch "on" signal (pedal rem ditekan)
(3) Switch kopling "on" signal ( hanya untuk M/T ) (pedal kopling ditekan))
(4) Neutral start switch "N" position signal, atau kecuali"D" atau posisi "3" ( hanya untuk A/T )
9. Kontrol untuk automatic transmission
Bila kendaraan menanjak dengan overdrive, dan kecepatan berkurang di bawah 4 km (2,5 mph) , kurang dari kecepatan yang disetel, cruise control meningkatkan tenaga putaran dengan membatalkan overdrive untuk mencegah penurunan kecepatan kendaraan.
Bila kecepatan kendaraan menurun melampaui kecepatan overdrive ( 2 km/jam ( 1,2 mph), kurang dari setelan kecepatan, maka cruise control akan mengembalikan ke overdrive setelah 6 detik.
10. Fungsi kontrol magnetic clutch
Bila kecepatan kendaraan meningkat lebih dari 15 km/jam (9,4 mph) di atas kecepatan yang disetel saat menurun ( turun di pegunungan, misalnya) cruise control akan melepaskan magnetik clutch untuk mengurangi kecepatan kendaraan. Bila kendaraan telah berada pada kecepatan 10 km /jam ( 6,3 mph) di atas yang disetel untuk kecepatan menurun, maka magnetic clutch akan hidup lagi untuk menjaga kecepatan luncur seperti telah disetel.
11. Fungsi Pembatalan Otomatis
Bila terjadi hal seperti berikut sementara kendaraan sedang berjalan dengan cruise control, setelah kecepatan dalam memori terhapus, maka cruise control akan berhenti berfungsi. Saat ini lampu indikator akan berkedip untuk memperingatkan terjadi malfungsi di CCS.
(1) Kelebihan aliran listrik ke motor atau ke sirkuit penggerak magnetic clutch.
(2) Motor terus menerus menerus berusaha membuka throttle.
(3) Motornya tidak bekerja meski motor drive telah mengirim sinyal.
(4) Terdapat sirkuit terbuka pada magnetic clutch.
(5) Bila terdapat sinyal yang abnormal pada sensor kecepatan.
(6) Switch kontrol rusak atau switch SET dan RESUME rusak.
(7) Bila terdapat yang tidak beres pada sirkuit lampu stop.
(8) Potensiometer tidak mengirim sinyal ke ECU cruise control.
PETUNJUK:
Tipe kontrol ETCS-i
(1) Bila terdapat yang tidak beres pada sirkuit lampu stop.
(2) Bila terdapat yang tidak beres pada sinyal sensor kecepatan.
(3) Bila terdapat yang tidak normal pada ETCS-i.
Cara Kerja Aktuator Cruise Control
1. Motor dan limit switch
Motor berputar searah jarum jam atau sebaliknya untuk merespon sinyal akselerasi atau penurunan kecepatan / deselerasi dari cruise control ECU, menjadikan perubahan dalam katup bukaan throttle.
PETUNJUK:
Motor bisa rusak apabila terus hidup setelah katup throttle terbuka penuh atau tertutup sama sekali. Untuk mencegah hal ini , motor mempunyai dua switch pembatas/limit switch, No 1 dan No 2. Bila katup throttle terbuka sepenuhnya setelah menerima sinyal akselerasi dari cruise control ECU, switch pembatas No 1 terbuka membuat motor berhenti. Sementara bila katup throttle tertutup sepenuhnya (deselerasi) switch pembatas No 2 terbuka, menghentikan kerja motor. Kedua switch kontak tersebut tertutup di posisi di mana katup throttle antara terbuka dan tertutup
2. Magnetic clutch
Kopling magnetik (magnetic clutch) ini mengikat dan melepas motor dan control arm selama cruise control bekerja
Bila pengemudi mengaktifkan salah satu kontrol pembatalan (cancel switch) atau bila fungsi automatic cancellation dihidupkan dalam kondisi mengemudi di bawah cruise control CCS, maka cruise control ECU akan melepas magnetic clutch untuk menghentikan kerja CCS.
Bila pedal rem diinjak, cruise control ECU menerima sinyal pembatalan dan cruise control ECU mematikan magnetic clutch.
Pada saat yang sama catu daya ke safety magnetic clutch secara mekanis putus dan magnetic clutch pun mati.
Bila clutch ini mati, motor dan control arm menjadi bebas. Dengan demikian control arm kembali ke posisi idle dan kerja CCS dibatalkan.
3. Potensiometer (hanya ada di beberapa model)
Potensiometer mendeteksi sudut putaran dari control arm dan mengirimkan sinyal ke cruise control ECU dan secara terus menerus menginformasikan sudut putaran yang dipantau.
Cruise control ECU mengatur menyimpan data ini dalam memorinya.
Apabila terdapat perbedaan antara kecepatan yang telah distel dan kecepatan kendaraan sesungguhnya cruise control menentukan seberapa banyak sudut bukaan throttle harus diubah untuk mengkonfirmasi kecepatan yang di-stel berdasarkan data ini.
PETUNJUK:
Di dalam ETCS-i controlled type, motor kontrol throttle mengganti fungsi aktuator cruise control.
Untuk throttle motor kontrol, lihat ke TEAM 21 Diagnosis Technician >> buku "Sistem Kontrol Mesin Bensin">> bab "Sistem Kontrol Lain">> kelompok "ETCS-i (Electronic Throttle Control System-intelligent)".

No comments:

Post a Comment