Dan shen 1

danshengoji-729x90

Thursday, 3 December 2009

EXPRESS MAINTENANCE

Perawatan Berkala 1 Jam Agung Automall
Mau melakukan perawatan berkala Toyota Anda dengan penanganan cepat? Kunjungi saja Agung Automall. Karena beberapa bengkel Agung Automall menyediakan layanan ekstra cepat ini. Dengan layanan perawatan berkala 1 jam, Anda tak perlu menunggu terlalu lama dalam melakukan perawatan berkala Toyota di bengkel Agung Automall.
Untuk menikmati layanan ini terlebih dahulu pelanggan melakukan reservasi booking service. Booking dapat dilakukan via telepon dengan cara memberi informasi nomor seri (polisi) mobil, pekerjaan perawatan berkala yang dilakukan, rencana dan hari kedatangan, termasuk nomor telepon yang dapat dihubungi.
Cara lain, Anda mendatangi langsung counter booking Agung Automall. Lalu melaporkan kebutuhan pekerjaan booking perawatan berkala, serta menandatangani kertas booking yang disediakan. Biaya perawatan tidak ada tambahan,sama dengan perawatan pada umumnya.
Yang perlu diingat, saat masuk bengkel dan mendapat nomor antrian Anda langsung melapor atau menghubungi counter booking guna proses pembuatan dokumen.

Servis Rutin Sanggup Bikin Mesin Hemat BBM
Berikut ini fakta menarik mengenai cara menghemat konsumsi BBM (bahan bakar minyak). Saat pertama kendaraan diterima 5 tahun lalu konsumsinya sekitar 1:8-10 Km /liter untuk pemakaian dalam kota. Tetapi,sampai sekarang masih tetap bertahan. Resepnya ternyata sangat sederhana. "Kalau rajin servis rutin ke bengkel resmi, mestinya sudah sangat cukup membuat konsumsi BBM hemat,
Dengan dasar itu, pemilik Avanza tahun 2004 ini adalah mendatangi bengkel resmi Toyota Agung Automall. Beberapa pemeriksaan dan perawatan komponen yang terkait efisiensi BBM jadi perhatian khusus. Mulai dari: (1) mengganti oli menggunakan SAE 10W30 yang secara fisik lebih encer; (2) membersihkan ruang bakar dan mengganti busi baru dengan gap 0,8 mm (sesuai buku manual); hingga (3) menggunakan BBM beroktan 92 agar kualitas BBM yang di-supply ke ruang bakar lebih bagus dan sesuai kebutuhan mesin.
Selain masalah pembakaran ia juga berusaha menekan beban berat mobil. Aksesoris yang tidak perlu diturunkan, dan dengan bantuan bengkel ,kaki-kaki mobil diperiksa. Dilakukanlah spooring dan balancing, pemeriksaan rem untuk mengetahui ada tidaknya hambatan, serta melumasi komponen-komponen bergerak di bagian kaki (cross joint pada kopel, laher differential bagian luar, pully alternator, pully AC, pully power steering, bearing tensiometer). Bahkan menambah angin pada keempat roda hingga tekanannya standard.
"Intinya hanya dua, yaitu: meningkatkan kinerja mesin dan mengurangi berat beban mobil," .Sisanya adalah driving attitude. Dalam hal gaya berkendara, persis seperti yang sudah banyak diterapkan orang. Yaitu, nyetir dan melakukan pergantian persneleng dengan memperhatikan gear ratio. kecepatan jelajah Avanza saya jaga maksimum di 50 km/jam pada rpm 2.200 pada persneling 5, range rpm bermain di antara 1.800 dan 2.800 rpm untuk saat pergantian persneling. Jangan lupa pula lakukan pelepasan kopling secara perlahan hingga terlepas penuh saat kendaraan akan mulai bergerak, lalu tekan gas secara halus untuk menambah kecepatan.
Di luar servis dan gaya berkendara, tidak ada tambahan lain. Gak perlu menggunakan produk penghemat BBM yang banyak beredar. Satu-satunya tambahan yang ia lakukan adalah meletakkan kipas kecil ukuran 2 inch di saluran masuk udara ke ruang bakar agar kebutuhan udara saat proses pembakaran BBM berlangsung sempurna, Tujuannya menurunkan kadar gas CO yang terlepas ke udara.
Efek lingkungan dari penggunaan kipas ini terlihat dari hasil uji emisi . Hasilnya mendekati kendaraan sejenis yang sudah menggunakan teknologi lebih baru (VVTI ). Print out uji emisi menunjukkan bahwa CO yang terbuang hanya 0,08 % (maks: 3 % ), HC = 73 % (maks: 700 %) dan lambda = 1,5 ( standard 0.98 - 1,02 ). Namun, penggunaan kipas ini tidak ia rekomendasikan untuk berkendara sehari-hari. Karena tenaga hasil pembakaran BBM turun lumayan signifikan yang ditunjukkan dari hasil pengukuran CO2 = 9,6 % saat idle (standard kondisi biasa 14,2- 14.5 % ). O2 = 7.24 % (ideal 1-3 %), AFR =1:21,27 (ideal 1 : 14,7).

Dua Pemeriksaan untuk Pastikan Tenaga yang Berkurang
Besar kecilnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin seharusnya tidak dipengaruhi oleh jarak tempuh. Jika tenaga semakin kecil atau bahkan mesin terasa tak bertenaga saat kendaraan sudah menempuh jarak yang jauh (dalam waktu yang lama) berarti ada sesuatu yang menggangu kinerja mesin kita. Anda patut bertanya-tanya, dan silakan manfaatkan layanan konsultasi yang Agung Automall sediakan agar permasalahan menjadi lebih jelas.
Kebetulan, pertanyaan ini beberapa kali diajukan oleh pelanggan Toyota. Terutama sewaktu mudik, di mana biasanya pengendara menempuh jarak jauh dengan kecepatan tinggi. Diantara penanya, ada juga yang mengaku tenaga mobil kembali prima bila temperatur mesin telah dingin kembali.
Dilihat dari kasusnya, kemungkinan besar gejala seperti ini dipicu oleh overheating akibat sistem pendinginan tidak bekerja dengan baik. Kaitannya dengan overheating memang erat. Mesin yang overheating akan membuat beberapa komponen (misalnya, piston dan silinder) di mesin memuai secara berlebihan. Akibatnya, gerakan komponen-komponen di mesin menjadi berat karena gesekan antar bagian. Itulah yang membuat output tenaga yang dihasilkan pun merosot. Jika tetap dipaksakan, mesin dapat mogok.
Selain overheating, penyebab lainnya adalah tidak normalnya sistem pengapian, bisa karena koil, kabel busi maupun busi itu sendiri. Mungkin saja kondisi komponen-komponen tersebut sudah tidak baik sehingga mudah terpengaruh oleh panas kendaraan. Saat panas, hambatan yang terdapat pada komponen tersebut menjadi besar. Pada akhirnya, percikan api dari busi juga menjadi lebih kecil. Percikan yang kecil menyebabkan bahan bakar tidak terbakar secara sempurna, otomatis tenaga yang dihasilkan menjadi berkurang.
Jadi, pertama, untuk memastikan sistem pendingin mobil Anda masih bekerja dengan baik, periksalah kualitas air radiator, sirkulasi air, radiator, selang-selang penghubung radiator ke mesin atau mungkin kipas pendingin. Jika ternyata semua dalam kondisi baik-baik saja, ini langkah yang kedua, alihkan perhatian ke komponen pada sistem pengapian untuk memastikan masih layak atau tidaknya komponen-komponen tersebut.
Sebetulnya, pada saat melakukan servis berkala, dua pemeriksaan penting di atas sudah pasti dilakukan. Agar berkendara menjadi lebih aman, nyaman serta komponen lebih terawat, lakukanlah service rutin.

Gantilah Air Pendingin Secara Berkala
Hal lain yang juga jarang disebut terkait dengan overheating adalah masalah pada thermostat. Untuk menghindari kemungkinan overheating karena kerusakan pada komponen ini, Bengkel Agung Automall menyarankan agar air pendingin diganti secara berkala setiap 20.000 km.Bila menggunakan Super long Life Coolant setiap 80.000 km.
Aktivitas sederhana itulah yang dapat mencegah kemungkinan thermostat mengalami kerusakan. Salah satu kondisi yang membuat thermostat tidak dapat bekerja dengan baik adalah bila komponen ini dipenuhi karat pada dinding-dindingnya.
Karat pada dinding-dinding thermostat memang harus dihindari. Apalagi, komponen ini sebagian besar berbahan dasar besi --unsur yang mudah menimbulkan korosi bila berkontaminasi dengan air dan udara. Kemungkinan karat semakin besar timbul bila air tersebut kotor. Itulah sebabnya, penggantian secara berkala dengan air yang steril kembali, dapat meminimalisir kemunculan karat.
Bila tidak dicegah dan karat sudah terlanjur menempel, harap Anda berhati-hati. Tumpukan karat pada dinding-dinding thermostat bisa membuat komponen ini macet. Saat terjadi kemacetan, maka thermostat tidak dapat menjalankan fungsi buka-tutup aliran air dari radiator ke mesin.

Kemacetan bisa membuat thermostat selalu terbuka, atau sebaliknya, tertutup terus.
Bila selalu terbuka, berarti aliran air antara mesin dan radiator akan terus-menerus mengalir. Dengan demikian, air akan selalu berada pada suhu yang dingin. Situasi ini bisa membuat mesin overcooling yang dampaknya membuat temperatur kerja mesin sulit tercapai.
Sebaliknya, bila thermostat macet dalam kondisi tertutup, aliran air antara mesin dan radiator akan terhalang. Karena terhalang, pada saat air pendingin telah mencapai temperatur kerja dan mendekati titik didih, tidak dapat bertukar tempat dengan air yang dingin. Karena tidak mendapat pendinginan yang cukup muncullah overheating.
Saat overheating, tentu kita sudah paham dengan dampak buruknya. Karena panas yang melebihi toleransi, mesin mungkin berbunyi tidak normal, kurang bertenaga, boros bahan bakar, bahkan mogok di tengah jalan.
Sekali lagi, kemungkinan itu bisa dicegah dengan mengganti air pendingin secara berkala. Akan lebih baik lagi bila Anda menggunakan bahan additive (radiator coolant). Sebab, dengan kandungan ethylene glycol di dalamnya, additive ini berfungsi untuk menurunkan titik didih air untuk menyempurnakan pendinginan, juga berfungsi untuk mencegah timbulnya korosi pada saluran-saluran air pendingin. Secara kimia, radiator coolant sendiri memang mengandung zat anti rust (karat), anti freeze (beku), dan anti overheat.

Daftar Pertanyaan:
1.Mohon dijelaskan apa itu service berkala dan kaitannya dengan express maintenance?
2.Apa keuntungannya bagi pelanggan?
3.Mohon dijelaskan ,hubungan service berkala dengan hemat bahan bakar?
4.Mohon dijelaskan tips hemat bahan bakar?
5.Bila dalam perjalanan tenaga mesin drop apa penyebabnya.mohon penjelasannya?
6.Kenapa air pendingin harus diganti secara berkala?

No comments:

Post a Comment