Friday, 16 April 2010

CARA MENGHEMAT BIAYA OPERASIONAL MOBIL

Bagi anda yang telah memiliki kendaraan khususnya mobil, umumnya perawatan yang akan anda keluarkan untuk memelihara kendaraan anda tidaklah sedikit, hal ini tentu saja akan menguras isi kantong anda, akan tetapi anda masih bisa melakukan penghematan dengan langkah-langkah sederhana berikut :
Jangan memanaskan mesin terlalu lama
Kebiasaan memanaskan mesin itu baik, tapi jangan terlalu lama. Karena bensin yang terbakar itu tidak membawa anda kemana-mana. Lagipula mobil lebih cepat panas ketika dikendarai. Apalagi teknologi mobil sekarang tidak membutuhkan waktu pemanasan bermenit-menit.
Hati-hati dengan roof rack
Mungkin tidak pernah terpikirkan oleh anda bahwa menempatkan barang di roof rack akan menyebabkan bensin menjadi lebih boros. Hal ini disebabkan oleh terganggunya aliran udara akibat penempatan barang pada roof rack dan itu menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras dan ini berarti bensin akan lebih banyak keluar.
Perlakukan mobil secara lembut
Jalankan mobil dengan lembut dan halus. Bawalah mobil ke kecepatan yang ideal dengan cepat tetapi jangan kasar. Usahakan untuk stabil di kecepatan itu. Ini akan menghemat bensin. Hindari kebiasaan ngebut dan ngerem berulang-ulang. Kecepatan paling ekonomis berkisar 40 km/jam hingga 100 km/jam. Menjalankan mobil dengan lembut, bukan saja menghemat bensin tetapi juga memperpanjang umur mesin, transmisi dan rem.
Rawat teratur
Kebiasaan merawat mobil termasuk ganti oli secara teratur pada akhirnya akan menekan biaya operasional, karena mobil beroperasi dalam kondisi puncak dan jarang rusak. Mesin yang tidak di tune up menyerap bensin 10% sampai 20% lebih banyak dari yang rajin dirawat. Mesin-mesin modern yang dikontrol komputer memang tidak membutuhkan tune up sesering mesin lama, tapi tetap harus dirawat. Pastikan mobil dirawat sesuai jadwal yang ada pada buku manual. Bertindak sigap ketika mendengar atau merasakan suara, getaran dan bau yang berbeda, akan banyak membantu mengurangi risiko kantong kering.
Pakai bahan bakar sesuai dengan yang direkomendasikan oleh pabrikan
Jika mobil anda dirancang untuk memakai premium, ya beli premium. Membeli bensin yang lebih mahal tidak memberi keuntungan yang signifikan. Hanya saja, hati-hati dengan premium bertimbal yang masih saja dijual dipasaran. Bensin ini cenderung menghasilkan timbunan kerak di ruang bakar dalam jangka panjang.
Perikasa ban Mobil
Seringkali pengendara lalai memeriksa ban mobil. Padahal ban yang kurang tekanan anginnya membutuhkan energi lebih besar untuk menggulirkannya, selain lebih cepat aus. Cek ban mobil anda minimal sebulan sekali pada kondisi dingin. Tekanan yang direkomendasikan biasanya tertera di buku manual ataupun di bagian dalam mobil. Kebiasaan ini akan memperpanjang umur ban yang sekarang harganya cukup mahal.

Supaya Usia Mobil Makin Panjang

BBM naik? ya pastilah semuanya naek, termasuk biaya perawatan mobil, asesoris, dan semuanya juga pasti ikutan latah. Nah, kalo kendaraan kita kurang terawat, yang namanya BBM juga pasti ngerongrong kantong neh, coba kita rawat kendaraan yuk, nih tipsnya nih:
Kalo jarak tempuh pendek, jangan pake mobil, karena dari kondisi mesin dingin, mesin harus dipanaskan dulu, karena kalo kita jalan dengan kondisi mesin dingin, kurang baik buat umur mesin, sedangkan dari dingin, karena mesin harus dipanaskan, butuh waktu tambahan.
Selalu cek semua kondisi minyak dalam kendaraan, minyak mesin minyak rem, minyak kopling, dan power steering secara teratur. Periksa apakah ada kebocoran, atau sudah saatnya ganti baru.
Jangan lupa penggantian oli secara teratur, sesuai dengan petunjuk di buku manual, jangan lupa pula untuk mengganti filter jika saatnya telah tiba.
Ganti filter udara setiap 20 Ribu Kilometer
Setiap dua tahun, bersihkan semua bagian yang berunsur minyak, seperti power steering, rem, kopling, mesin, dan lain-lain.
Periksa bantalan rem. Jangan sampai metal disk kena karena bantalan yang terlalu tipis
Tukas posisi ban secara diagonal (depan kiri dengan belakang kanan). Lakukan dua kali dalam setahun. Jika ban kempes, segera atasi, karena ban kempes mengurangi usia ban sampai dengan 15%
Jika memanasi mobil di pagi hari, jangan dilakukan dengan menekan gas dalam2, karena oli masih dalam keadaan kental dan susah naik, tekan gas tidak usah terlalu dalam, cukup lembut saja.
Gunakan rem tangan pada saat parkir. Hindari memasukkan gigi, karena hal ini bisa mempercepat kerusakan pada sistem transmisi.
Cucilah mobil dengan teratur, sehingga garam, asam, dan polusi yang merusak mobil dapat dihilangkan.

Lakukan Tune Up Sesuai Prosedur

Melakukan tune up agar hasilnya prima harus dilakukan secara sistematis sesuai prosedur. Prosedur tersebut biasanya terdapat dalam buku manual atau buku petunjuk service kendaraan bermotor. Seringkali terjadi sehabis mobil di tune up malah terdapat kerusakan lagi. Hal itu terjadi karena mungkin terjadi kesalahan pada saat tune up. Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda perhatikan untuk menghindari kesalahan yang terjadi. :

a. Selalu gunakan suku cadang asli dan berkualitas. Kalau bisa sedapat mungkin jangan menggunakan suku cadang palsu yang berkualitas rendah karena dapat menurunkan performa mesin kendaraan bahkan dapat menimbulkan keausan pada komponen mesin yang lain.

b. Sewaktu membersihkan ruang bakar jangan menggunakan carbon cleaner (bahan pembersih deposit karbon) karena akan menempel di elektroda busi dan menyebabkan mesin tersendat-sendat.

c. Penggunaan carbon cleaner dianjurkan untuk mobil yang sering digunakan sehari-hari dalam kota namun jarang digunakan untuk jalan jauh dan kecepatan tinggi. Setelah melakukan perjalanan jauh baru gunakan carbon cleaner, buka busi dan bersihkan semua deposit yang menempel pada elektroda.

d. Saat melepas kabel busi jangan menukar rute kabel busi. Cek busi dengan Ohm-meter, ukuran yang tepat setiap 1.200 Ohm untuk 25 mm.

e. Saat memasang busi kembali tangan harus bersih dan tidak basah untuk menghindari terjadinya korsleting. Pada saat memasukkan busi, usahakan jangan sampai membentur kepala silinder karena dapat merubah celah busi. Perubahan celah busi dapat mempengaruhi performa mesin.

f. Saat memasang platina baru, jangan sampai tercemar oli yang biasanya terdapat pada rotor karena jika platina sampai terkena oli maka akan menyebabkan permukaannya terbakar prematur. Gunakan pelumas gemuk silikon khusus untuk rotor platina.

g. Pemeriksaan oli harus dilakukan secara rutin. Lakukanlah di daerah yang datar. Untuk memeriksa oli tunggu sampai mesin dingin karena jika oli mesin diperiksa pada saat mesin baru saja mati 3-4 menit yang lalu maka oli masih banyak tertinggal pada bagian mesin. Hal ini akan menyebabkan jumlah oli di karter tidak tepat.

h. Cara memeriksa oli gunakan tonggak pengukur oli. Tarik tonggak pengukur oli dan bersihkan dengan kain lalu masukkan kembali sedalam mungkin untuk memperoleh hasil pengukuran yang tepat. Lalu tarik tonggak pengukur oli dan amati. Oli harus berada di antara tanda F dan L. Jika oli berkurang, tambahkan oli dengan tingkat kekentalan yang sama. Banyaknya oli seharusnya ada pada tanda F.

i. Perhatikan kualitas oli. Jika oli sudah berubah warna maka perlu segera diganti. Lihatlah petunjuk pada buku manual, biasanya tertera petunjuk masa penggantian oli setiap 6 bulan sekali atau setelah mobil menempuh jarak 10.000 km.

Pertahankan Performa Mobil yang disimpan Lama

Bagi sebagian orang, mobil bukan sekedar alat transportasi tapi koleksi yang sangat disayangi. Ada cara menyimpan mobil untuk jangka waktu lama (enam bulan hingga bertahun-tahun) tampa mengurangi performa. Usahakan menyimpan mobil di garasi yang kering dan dingin. Sebelum menyelimutinya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan.
Lepaskan aki, minimal cabut kabel ground.
Isi penuh tangki bahan bakar (bila akan menyimpan kendaraan lebih dari satu tahun) untuk mencegah penguapan, kerusakan karena air dan pembentukan karat.
Pada hari mulai menyimpan, ganti oli mesin beserta filternya.
Lepas busi, dan teteskan satu sendok teh oli mesin baru ke silinder, lalu pasang kembali busi. Ini untuk memberi lapisan pelindung pada silinder.
Bila ada bagian mesin yang terbuat dari aluminium, misalnya block, head, manifold, buang dan keringkan semua sistem pendingin. Ini untuk mencegah korosi akibat cairan coolant ataupun kontak dengan aluminium. Bila mesin hanya terdiri dari baja, jangan sekali-kali mengeringkan radiator coolant. Bila umur coolant sudah satu setengah tahun, ganti yang baru.
Isi penuh oli rem. Bilas bila sudah lebih dari dua tahun . Oli yang sudah lama akan merusak komponen logam.
Kalau ada, tongkrongkan mobil di atas penopang. Ini akan mengistirahatkan kerja ban, bearing dan komponen suspensi lain. Ada cara lain, tambahkan saja tekanan angin ke masing-masing ban.
Selimuti mobil dengan car cover berkualitas. Jangan lupa membuka kaca sedikit untuk ventilasi. Ini berlaku untuk penyimpanan di luar atau pun dalam ruangan.

Mencegah Kerusakan Pada Catalytic Converter

Catalytic Converter biasanya dipasang pada kendaraan untuk mengurangi kadar karbonmonoksida dari asap knalpot, sehingga mengurangi polusi yang ditimbulkan. Pemakaian catalytic converter didesain untuk kendaraan dengan bahan bakar tanpa timbal. Untuk mencegah kerusakan pada catalytic converter, perhatikan hal berikut ini :
Rawatlah kendaraan Anda sesuai jadwal perawatan berkala di buku manual service.
Jangan menghidupkan mesin dengan mendorong kendaraan atau ditarik.
Jangan mematikan mesin dengan transmisi tidak pada posisi netral dan kendaraan masih melaju.
Jangan menstarter mesin jika salah satu kabel busi terlepas dalam suatu perbaikan.
Hindari bahan bakar di dalam tangki kosong.

Beberapa Penyebab Gangguan Pada Saluran Bahan Bakar
Ada kalanya mobil mogok disebabkan karena sistem bahan bakar yang tidak normal. Mungkin karena bahan bakar tidak sampai ke karburator atau malah terlalu banyak bahan bakar ke karburator atau sebab lain yang mengganggu kelancaran anda mengemudi. Gangguan apa saja yang bisa terjadi pada saluran bahan bakar?
Tangki bahan bakar berkarat. Biasanya tangki yang berusia lebih dari 5 tahun mudah berkarat. Tandanya, bensin sisa berwarna kekuningan dan filter akan tersumbat dengan sisa karat tersebut. Gejala yang timbul, bila kendaraan dalam kecepatan tinggi mobil menjadi nyendal-nyendal. Cucilah tangki dengan bensin, jangan menggunakan air malah akan menambah korosi.
Filter bahan bakar tersumbat. Penyebabnya karena tersumbat kotoran berupa air, karat, dan lumpur. Gejalanya, waktu distart mesin hidup, tapi begitu digas langsung mati atau mesin akan tersendat-sendat pada kecepatan tinggi. Lakukan pembersihan filter udara atau segera ganti dengan yang baru jika kondisinya sudah tidak memadai.
Pompa bahan bakar tidak bekerja. Membran dalam pompa bahan bakar yang sudah sobek mengakibatkan pengiriman bahan bakar ke karburator tidak mencukupi. Lagipula di sekitar pompa ada rembesan bahan bakar dan baunya bisa sampai ke penumpang. Gejalanya, sekonyong-konyong mesin kehilangan tenaga dan nyendal-nyendal.
Needle Valve tersumbat kotoran. Pada karburator terdapat sebuah baut penutup untuk membuang bensin yang berlebihan. Di bagian ini ada katup Needle Valve yang mengatur bahan bakar sesuai kebutuhan. Jika terdapat kotoran pada katup tersebut maka katup tidak akan berfungsi.

Mengungkap Bunyi Misterius Pada Mesin Mobil Anda

Saat Anda menghidupkan mobil pertama kali, setelah tidak dipakai untuk beberapa saat lamanya, atau saat putaran mesin bertambah, terdengar bunyi mencicit. Kemungkinan besar suara itu berasal dari tali penggerak kipas (fan belt) yang selip karena ketegangannya berkurang. Coba setel kembali dan perhatikan bidang geseknya, kalau permukaannya licin dan mengkilap, berarti fan belt telah kehilangan cengkeraman pada puli. Oleh karena itu, segera ganti dengan fan belt yang baru.

Knocking atau ‘Metallic Rattling’
Istilah umumya untuk bunyi seperti ini adalah ngelitik. Bunyi ini timbul karena proses pembakaran yang tidak sempurna. Umumnya, akibat terlalu rendahnya oktan dari bahan bakar yang dipergunakan atau mesin mengalami overheating. Gejala ngelitik yang berlebihan bisa mengakibatkan rusaknya piston. Bila suara itu timbul sedikit ketika berakselerasi, bisa diabaikan. Meski begitu, sebaiknya mintalah mekanik untuk memeriksa mesin, agar bunyi ngelitik tersebut hilang.

Bunyi Ketukan ‘Berat’
Bila mesin menimbulkan suara ketukan seperti orang sedang memukulkan besi, bisa jadi mesin mobil Anda mengalami kerusakan yang cukup parah. Mungkin metal (rod bearing) atau setang pistonnya rusak. Jangan memaksa untuk menjalankan mobil, karena akan memperparah kerusakannya.

Suara Mendesis
Bisa jadi salah satu slang vacuum terlepas atau bocor. Biasanya diikuti dengan tesendatnya putaran mesin. Mendeteksi suara seperti ini tergolong sulit, sehingga perlu ketelitian. Masukkan kembali selang vacuum yang terlepas, atau ganti baru kalau memang sudah bocor.

Suara Mencicit Saat Mobil di Rem
Meski rem mobil bekerja sempurna dan kanvas rem baru, bisa saja menimbulkan suara ‘mencicit’. Umumnya akibat permukaan geseknya kotor. Cobalah membersihkan atau mengganti kanvas rem yang didesain untuk mengeliminir bunyi.

Suara Gesekan Antar-Logam Saat Mengerem
Itu artinya lapisan atau permukaan gesek kanvas rem terlalu tipis, atau bahkan sudah hilang, sehingga terjadi gesekan antar-logam. Kondisi ini dapat mengakibatkan kemampuan rem jauh berkurang. Maka, segera ganti kanvas rem mobil Anda.

Suara Mendesis ‘Power Steering’
Bunyi ini timbul pada mobil yang dilengkapi power steering, saat kemudi diputar. Akibat kurangnya jumlah minyak power steering atau rusaknya sistem pompa power steering. Umumnya diikuti dengan beratnya putaran pada setir. Tambahkan minyak power steering bila kurang, atau kunjungi bengkel khusus power steering untuk perbaikan.

Bunyi Ketukan Saat Roda Depan Membelok
Gejala ini umum terjadi pada mobil-mobil yang digerakkan oleh roda depan. Penyebabnya, kerusakan pada bola-bola di CV joint, karena pembungkus karetnya pecah, sehingga ‘gemuk’ alias gel pelumas di dalamnya telah habis. Kondisi ini akan bertambah parah bila tidak segera diperbaiki.

Suara Ketukan Saat Memindahkan Gigi ‘Porsneling’
Bunyi ketukan yang timbul dari bawah mobil waktu memindah posisi gigi, menginjak atau mengangkat pedal gas tiba-tiba. Umumnya diakibatkan karena kerusakan pada sistem penerus tenaga, kendurnya cross-joint atau rusaknya gigi gardan.

1 comment: